shocprisefanfiction

A world where only two people here.

  • Rules For You!
  • ShocpriseFanfiction

Wheel of Destiny (Teaser)

Posted by shocprisefanfiction on April 16, 2012
Posted in: Action, Continue, DBSK, Friendship, Mystery, Thriller, Tragedy, Trouble. 1 comment

Berhati-hatilah pada kegemerlapan.

Karena dibalik sinarnya yang indah, tersimpan kegelapan yang kekal abadi.

 

א

 

The Korean Times

 

 

“SA Corp. tengah mengepakkan sayap barunya di jajaran Negeri Matahari”

 

 

(12/04) Nampaknya disaat guguran sakura bermekaran akan menjadi awal yang indah untuk sebuah cabang baru dari SA Corp. Perusahan yang dulunya dimulai dari sebuah gedung kecil kini tengah mengembangkan sayapnya dipasar Resort Jepang.

Baru-baru ini SA Corp. telah berkerja sama dengan IN Corp. yang merupakan pemilik Resort terbesar di Jepang. Sehubungan dengan hal itu, SA dan IN Corp. akan membuat sebuah Resort baru yang akan menjadi sebuah Resort termewah dan terbesar se-Asia… (Page12)

 

-Sampul Utama Koran Harian The Korean Times-

א

 

Sebuah kegelapan yang bersemayam dibalik kegemerlapan itu adalah kegelapan abadi yang tidak terlihat; bahkan akan sulit untuk dihilangkan.

 

א

 

The Korean Times

 

 

“Sayap emas SA Corp. telah patah dan membuatnya kehilangan kejayaan”

 

 

(14/06) Semakin besar pohon maka akan semakin kencang angin yang harus ia hadapi, dan sepertinya SA Corp. tidak memiliki akar yang cukup kuat untuk terus bertahan dari seluruh terpaan. Baru saja sayap emas yang telah membawanya pada puncak kejayaan patah tertepa kencangnya angin. SA Corp. dinyatakan bangkrut pada 13 Juni pukul 02:45 p.m sore kemarin, dengan catatan hutang melebihi 10 milyar Won.

Saat ini tidak ada yang dapat dilakukan SA Corp. lagi selain menerima kenyataan pahit. Perusahan itu terpaksa menggulung tikar mereka setelah 13 tahun menempati posisi teratas dalam Resort Korea…(Page11)

 

 

א

 

Tidak akan pernah ada sekuntum bunga yang akan terus bersemi dibalik kegelapan.

 

Bahkan hanya untuk 1 detik.

 

א

 

The Korean Times

 

 

“Akhir dari kebangkrutan SA Corp.”

 

 

(15/07) Sudah sebulan berlalu sejak hilangnya nama SA dalam jajaran Resort terbesar di Korea, dan nampaknya bukan hanya itu akhir dari segala penderita keluarga SA Crop. Setelah sebulan pengumuman kebangkrutan SA Corp. dan ditambah lagi dengan lilitan hutang yang mencekik, CEO utama SA Corp .memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri pada seutas tali dikamar apartemen kecilnya (14/07).

Selain karena faktor perusahaan, faktor keluarga juga menjadi latar belakang kematian CEO SA Crop. Istrinya mengalami gangguan jiwa karna kebangkrutan SA Corp., dan tidak hanya itu saja, putra mereka yang masih berusia 7 tahun dikabarkan meninggal pada sebuah kecelakaan lalu lintas (06/07) …(Page11)

א

 

Sedalam apakah kegelapan itu?

 

Bahkan waktu dan takdir tidak dapat menghilangkan kegelapan itu.

 

–Wheel of Destiny—

The War of Glorania [part 2]

Posted by shocprisefanfiction on April 16, 2012
Posted in: Continue, Fantasy, Friendship, Super Junior, Uncategorized. Tagged: Donghae, Ryeowook, Sungmin, Super Junior. Leave a Comment

Genre  : Fantasy

Author : Vii-chan & Shade

Cast:  all member Super Junior (13+2)

 

Donghae POV

Mata pedangnya menghantamku, meninggalkan luka dalam pada bahu kanan hingga perutku. Aku membuka mataku perlahan, Ealod itu tengah mengarah pada lukaku dengan taringnya. Aku tidak dapat merasakan apapun sekarang. Hanya aliran darah yang dengan derasnya mengalir dari lukaku. Dan semuanya menjadi gelap.

Apa aku akan mati, Leeteuk-ssi?

₪

 “Hei, apa dia sudah membaik?” Dalam gelap aku mendengar suara, apa aku bermimpi?

“Lukanya sudah menutup, tapi kesadarannya belum pulih.” Dan sebuah suara lagi muncul, kali ini lebih lembut seperti suara seorang wanita.

“ Padahal sudah 5 hari. Baiklah, kau boleh pergi. Terima kasih telah menjaganya.”

5 hari? adakah yang salah?

Perlahan kubuka mataku. Dengan rasa sakit pada kepalaku seolah beribu mata panah menghantam kepalaku. Berkali-kali ku mencoba mengerjabkan mata, mengumpulkan segala tenagaku untuk sadar. Sepintas pikiran kembali berjalar diotakku, Ealod itu. Dengan keterkejut aku segera mengerakan paksa tubuhku bangkit. Membuat rasa sakit pada kepalaku semakin menjalar menelusub tulang sumsumku. “Arggkkh!”

“ Kau sudah bangun?”

Seorang laki-laki berjalan kearahku. Dengan pandangan kabur aku mencoba menerkanya. Mungkinkah Ealod itu. “ Aku Ryeowook. Tidak usah takut, akulah yang menyembuhkan lukamu. “ Pria itu berjalan kearahku dan terduduk pada sisi kasur yang aku baringi.  Aku mengalihkan pandangan ke sekitar ruangan yang hampir seluruhnya terbuat dari kayu. “Ini rumahku. “ Pria itu tersenyum dan segera bangkit membuka sebuah jendela yang terdapat di sisi kiri kasur. Dengan cepat cahaya masuk meneranginya. Sesuatu yang berkilau dibalik punggungnya begitu indah. Membentuk seperti sebuah sayap kecil seorang peri. Walau aku agak lupa seperti apa wujudnya tapi aku benar-benar yakin hanya Lixy yang memiliki sayap kecil yang berkilau.

“ Siapa namamu? “ Tanyanya.

“ Donghae.“

“ Donghae? Sepertinya Sungmin-ssi pernah bercerita tentangmu. “ Ryeowook memutar badannya dan menatapku. Sungmin? Aku memang pernah bertemu dengannya beberapa kali, dia adalah anak foundept ras Lixy. “Apa yang kau lakukan, Donghae-ssi? Bagaimana kabar foundept Feily? “

Aku menunduk menatap kedua tanganku yang kini diperban. “Ku harap ia baik-baik saja. “

“ Semoga saja.. “ Sesaat kemudian kami terdiam dengan pikiran masing-masing.

“ Ng, bagaimana aku bisa ada disini? “ Tanyaku mencoba kembali membuka pembicaraan. Ya, setidaknya aku harus tahu dengan keadaanku saat ini.

“ Sungmin-ssi yang membawamu kesini. Dia menemukanmu yang bersimbah darah bersama seorang Ealod yang kelaparan. Untung saja dia menemukanmu. “

“ Apa kau bisa mempertemukanku dengannya? “

Ia mengangguk pasti. “ Tentu. Tapi setelah aku selesai membuatkan sesuatu untukmu. Kau sudah 5 hari terbaring dan aku rasa kau pasti lapar. “ Ryeowook berjalan keluar ruangan. “ Tunggulah. Aku tidak akan lama. “

Donghae POV End

-***-

Wuuusshh—

Donghae meluncur dengan sangat cepat menggunakan seutas tali. Tali itu memang biasa digunakan para Lixy untuk berpindah antar pohon dengan bantuan katrol dan kayu penyangga tentunya. Para Lixy yang belum mahir untuk terbang biasanya menggunakan cara tersebut.

“ Donghae-ssi, jangan terlalu kencang! “ Ryeowook terbang menuju Donghae yang meluncur dengan sangat cepat.

Donghae berteriak kegirangan seperti anak kecil yang menemukan mainan baru, “ Ini sangat menyenangkan, Wook! “

“ Donghae-ssi! Hei, nanti kau jatuh. Lukamu baru saja membaik. “

Donghae tidak mengindahkan panggilan itu dan tetap asyik pada aktifitasnya, meluncur.

Hup—

Donghae mendarat disebah pohon dengan Ryeowook segera menyusulnya. Saat itu para Lixy sedang asyik melakukan kegiatan mereka dan beterbangan di tatapan Donghae. Sayap mereka berkilau dengan sinar matahari yang mengahangatkan. Kehidupan para Lixy memang sangat indah. Pohon, daun, dan bunga di wilayah mereka tumbuh dengan subur, dan Lixy terlihat anggun dengan tugas mulianya; memberi kehidupan bagi tumbuhan.

“ Wow..! “ Donghae berseru kagum, terpesona dengan pemandangan di tempat itu. Ryeowook menarik tangan Donghae dan mereka berlari. Donghae terdiam dengan keanehan itu. Berlari? Kenapa? Bukankah Lixy bisa terbang? Ia menunduk dan saat melihat kebawah hanya pemandangan daratan yang cukup jauh dari kakinya. Udara? Terbang? Terbang! Ia melayang. Tapi, bagaimana bisa? Apa mungkin Ryeowook? Ia tersenyum. Ini pertama kali dalam seumur hidupnya dapat terbang. Walau Anaciel memiliki sayap, ia bukan makhluk sempurna. Ya, Anaciel hanya dikaruniai sebelah sayap dan bukan sepasang. Sayap kecoklatan yang bersembunyi dibalik bahu kanannya.

Angin berhembus pelan membelai wajah Donghae. Menggelitiknya. Rasanya aneh, tapi menyenangkan. Beberapa kupu-kupu kecil mengelilinginya. Beberapa Lixy terbang dihadapannya. Dan sayap mereka yang berkilai menyisakan serbuk kilapan disetiap jalur yang telah mereka lalui.

“ Sampai. “

Donghae tertegun, menyadari dirinya kini sudah berada dihadapan sebuah rumah yang bersanding dengan sebuah pohon besar. Rumah itu terbuat dari kayu—sama seperti Lixy yang lain—tanaman merambat menjadi wallpaper alami rumah itu dan juga beberapa pot kecil yang begitu cantik tertata disana. Donghae terus menatap seksama rumah itu. Dan untuk kesekian kalinya ia kembali terpukau oleh cara para Lixy hidup.

Ryeowook segera menarik tangan Donghae memasuki rumah tersebut. Rumah itu begitu luas dengan tata interior yang terkesan kuno namun tampak indah dan sangat rapi. Donghae kembali dibawa oleh Ryeowook kedalam ruangan lain. Mereka memasuki sebuah ruang keluarga yang besar dengan jendela-jendela besar yang menghantarkan cahaya masuk.

Seorang laki-laki tengah berdiri membelakangi mereka menghadap sebuah foto besar. Foto seorang wanita cantik dengan sayap indahnya yang begitu berkilau dan senyum manisnya.

“Sungmin?” Laki-laki itu memutar badannya dan menatap Donghae. Seulas senyum terpancar dari wajahnya.

“Donghae! Apa kau sudah lebih baik? Aku baru saja akan menjengukmu.”  Sungmin menghampiri Donghae dan merangkul kawan lamanya.

“Tentu! Aku akan selalu baik-baik saja!”

Mereka teruduk pada sebuah bangku beranyam rotan dengan bantal kecil yang menjadi alasnya. Dan entah sejak kapan Ryeowook telah meninggalkan mereka berdua.

“Apa yang kau lakukan disini Hae? Apa ini perintah Foundept Feily?” Donghae terdiam. Terlalu sulit dan begitu panjang untuknya menceritakan seluruhnya. “Hmm… Apa Leeteuk-ssi baik-baik saja?” Donghae tidak menjawab lagi. Dan kali ini matanya melukiskan segalanya. Melukiskan sebuah kesedihan dan harapan bahwa seorang yang telah ia angap ayahnya masih dikarunia keselamatan. “Ada apa Hae?”

“Aku,… Aku pergi meninggalkannya.”

Sungmin cukup terkejut mendengat hal tersebut. “Benarkah? Apa yang terjadi Hae? Apa kalian mengalami penyerangan?”

“Beliau berpesan padaku untuk menyelamatkan Glorania.” Donghae mengambil jeda dalam bicaranya dan Sungmin terus menatapnya penuh perhatiaan. “Dan aku pergi. Pergi mencoba mencari kebenaran akan berita itu dan jika benar… aku akan menghentikannya.”

“Dan, kau tahu sesuatu?”

Donghae membuka mulutnya seolah ada kalimat tertahan disana. Ia bingung dengan apa yang harus ia katakan. Ia tidak mengetahui apapun dan bahkan ia tidak yakin jika ia bisa menghentikan itu semua. “Kita bisa mencari bersama!”

Sungmin mengerutkan dahinya tidak mengerti. “Mencari? Jadi, kau tidak tahu apapun?”

“Ya! Dan aku harap kau bisa membantuku”

-***-

Dalam pedalaman hutan Timur Glorania yang begitu sulit terjangkau, hiduplah para Lixy. Dengan pemimpin seorang Foundept, mereka menempati pohon-pohon disana. Pohon yang telah tumbuh berabat-abat, besar dan menjulang tinggi. Pada batang-batang pohon yang besar dan kokoh mereka membuat rumah kayu yang tersusun rapi.

Kehidupan mereka tidak jauh berbeda dengan kota. Lixy yang ditadirkan untuk alam senantiasa untuk selalu menjaga dan merawat mereka. Begitu juga dengan alam yang selalu memberikan kehidupan bagi para Lixy untuk terus hidup. Dari seluruh ras pada Glorania hanya para Lixy-lah yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan seluruh alam—air, udara, tanah, pepohonan, dsb.

Lixy adalah manusia pemilik perasaan yang begitu lembut dengan sepasang sayap transparan yang begitu berkilau. Mereka dapat merasakan apa yang sedang alam rasakan dan tidak jarang juga para Lixy yang juga memiliki perasaan yang sangat peka terhadapa sesama makhluk hidup di Glorania lain.

Pedalaman yang begitu jauh dan sulit terangkau serta letaknya yang tidak banyak diketahui membuat Lixy sampai saat ini masih hidup dengan damai dalam Glorania.

-***-

Angin sore begitu hangat menyelimuti pepohonan. Menyeruput teh hangat sambil membaca buku merupakan idu bagus untuk dilakukan disiang ini. Dan itu lah rutinitas biasa Sungmin.

Sungmin menyeruput teh hangatnya sambil tengelam dalam setiap lembar bukunya melupakan sesosok orang yang juga terduduk di sisinya menatapnya.

“Sungmin—“ Sapaan lembut itu tidak mengubris Sungmin yang masih terus menikamti sorenya. “Sungmin, Kumohon… Ikutlah! Aku, sungguh tidak mengerti apa yang harus aku lakukan. Bantulah aku!”

Sungmin menghela nafas panjang dan menutup bukunya. Selama dua haru ini sudah lebih dari seribu kali orang ini mengatakan hal yang sama padanya.”Hae? Haruskah aku mengulang kalimatku?”

“Aku rasa kau hanya harus perpikir ulang.”

Sungmin kembali menghelanafasnya. Entah apa lagi yang harus dipirkannya. Ia bahkan sudah memikirkannya berkali-kali.  “Maaf Hae, aku sungguh tidak bisa. Mungkin bukan aku yang dapat membantumu!” Sungmin bangkit dan meninggalkan Donghae sendiri yang masih memikirkan cara apa yang akan dilakukannya. Bahkan sudah dua hari ini dia terus membujuk pria itu.

Donghae menatap langit senja dengan mata kelabunya, ia pikir akan ada sedikit penerangan dalam jalurnya tapi itu tidak benar-benar datang. Dalam keadaan dan situasi seperti ini, ia tidak mengerti apa yang harus dilakukannya. Bagaimana ia bisa menyelamatkan Glorania dan mencari tahu apa keinginan para Thoud dalam perintahnya kali ini jika saja seorang Foundept seperti Leeteuk yang sudah hidup 1000tahun di Glorania tidak dapat melakukan apapun?

“Donghae-ssi!” Donghae menemukan Ryeowook yang berdiri di hadapannya entah sejak kapan. “Apa yang sedang kau lakukan?”

“Udara disini menyenangkan” Ryewook tersenyum mendengarnya. Ryeowook terduduk pada tempat sebelumnya yang Sungmin duduki. “Kau baik-baik saja?” Donghae terdiam, ia tidak yakin ia baik-baik saja.

Ryeowook tersenyum dan membelai bahu pria itu lembut. “Aku tahu.” Ucapnya. Donghae menatapnya bingung. “Semuanya tergambar jelas pada matamu, Donghae-ssi” Donghae tertunduk merasa malu akan perasaan dirinya sendiri.

“Apa yang harus aku lakukan lagi Wook?”

“Berusahalah, Donghae-ssi. Aku rasa Sungmin-ssi juga ingin membantu.”

Donghae menatap Ryewook, “Benarkah Sungmin juga ingin membantu? Ia bahkan tidak ingin menemaniku!”

Ryeowook menatap Donghae dengan sebuah tatapan yang tidak pernah ia tunjukan sebelumnya; kesedihan.“Apa kau pernah mendengar kabar tentang Ibu Sungmin-ssi?”

“Ibu?”

-***-

Malam datang menyelimuti Glorania dengan kegelapan. Donghae sendiri sedari tadi terus mencoba berbaur dengan mimpi. Matanya terpejam tapi segala pikiran terus berkecambuk dalam otaknya. Ia-pun menyibak selimutnya dan terduduk dikasur, menopang kepalanya yang terasa sangat pusing.

“Sungmin-ssi kehilangan ibu-nya saat ia masih kecil dulu.”

Suara Ryeowook bergiang dalam otaknya. Donghae menatap kesekitarnya, tidak ada siapapun diruangan itu selain dirinya dan kasur Ryeowook yang masih kosong.

“Sungmin-ssi yang sangat menyayangi ibu-nya merasa sangat terpukul setelah itu.” Ryeowook menundukan kepalanya merasakan dukanya dahalu karna kematian ibu Sungmin. “Sungmin-ssi masih sangat kecil tapi ia malah sudah kehilangan ibu-nya.”

-***-

Sungmin POV.

Semilir angin malam dan hamparan bintang berhamburan dilangit menemani malam ku. Terlalu sulit untuk membawa diriku dalam mimpi, jika saja pikiran ini tidak membebaniku aku bisa terlelap dengan damai. Seharusnya aku tidak lagi memikirkan ini semua, tidak! aku akan terus tinggal disini. Bukankah aku sudah berjanji?

“Sungmin-ssi?” Sapaan lembut Ryeowook menyapu seluruh pikiranku sesaat. “Kau tidak tidur? Apa ingin minum sesuatu?” Aku mengeleng, aku tidak butuh apapun saat ini. “Apa yang kau lakukan?”

“Bintang tampak indah Ryeowook!”

Ryeowook tersenyum dan berdiri disampingku menemaniku dalam gelap malam. “Kau baik-baik saja?” Ia tahu aku tidak baik-baik saja dan kenapa ia masih bertanya? “Maaf…”

“Tidak apa-apa! Kau belum pulang?”

“Terkadang hal baik bertentangan dengan keadaan Sungmin-ssi! Aku,… aku tidak memaksamu tapi aku harap kau bisa memilih yang terbaik untuk-mu. Baiklah! Aku pulang! Apa kau menginginkan sesuatu sebelum aku pulang?”

Aku menatap kosong langit. ‘Memilih yang terbaik untuk-ku?’

“Uhmm… sepertinya kau tidak memerlukan apapun. Aku pulang dulu!” Ryeowook baru saja akan melangkah pergi tapi ia terhenti. “Besok Donghae-ssi akan pergi. Walau lukanya belum sembuh secara total tapi ia tetap memaksa. Sebenarnya aku sanagt khawatir.”

Jika saja aku tahu apa yang terbaik untuk ku, aku pasti akan melakukannya. Tapi pada kenyataannya, aku tidak mengetahui hal itu.

Sungmin POV End

-***-

Donghae terdiam dibalik jendela dengan sinar hangat matahari pagi. Walau sesungguhnya ia sendiri merasa luka-lukanya masih belum sembuh ia tidak dapat membiarkan dirinya berdiam diri terlalu lama. Tapi udara pagi yang cukup hangat membuatnya merasa lebih baik.

“Donghae-ssi! Benar kau harus pergi hari ini? Bagaimana luka-mu?”

Donghae memutar badannya dan menemukan Ryeowook yang berdiri dihadapannya kali ini.

“Aku akan selalu baik-baik saja Ryeowook! Jangan khawatirkan aku!” Donghae meraih tas-nya yang tergeletak pada sebuah meja diruangan itu. “Hey! Samapikan salamku pada Sungmin ya!”

“Kau tidak ingin pamitan?”

Donghae tersenyum, sebenarnya ia ingin berpamitan pada Sungmin tapi sepertinya orang itu terlalu sibuh untuk menjalankan tugasnya sebagai Lixy. Donghae melompati jendela dan berdiri pada kayu diluar rumah Ryeowook. Diantara sinar pagi yang cerah Donghae membentangkan sayap kecoklatannya. “Huaa~ ini benar-benar segar! Sayapku rasanya akan berubah jadi batu jika terus tersembunyi dibalik bahu ini. Walau aku tidak memiliki sepasang sayap” Ia tertawa dengan girang. “Baiklah! Aku harus pergi!”

“Donghae-ssi! Berhati-hatilah!”

“Tenang saja Ryeowook! Ngomong-ngomong terimakasih ya! Kau benar-benar Dokter dan koki terbaik!” Donghae mengedipkan sebelah matanya pada Ryeowook yang hanya tertawa geli. “Aku pergi!!!” Donghae berteriak dengan kencang sambil melesat dengan sebelah sayapnya; melompati batang-batang pohon. Hanya lompatan yang tinggi dan berjarak jauh saja yang dapat diartikan Anaciel sebagai ‘melesat dengan sebelah sayap-nya’.

 

Donghae menapakan kakinya pada tanah. Sudah terlalu jauh ia berlompat dan lagi rasa sakit pada lukanya sudah cukup terasa akibat lompatan jauhnya tadi. Ia kemali menyembunyikan sayap kecoklatannya dibalik bahunya. “Hah! Padahal aku bisa berjalan lebih cepat seharusnya, rasa sakit ini menyebalkan sekali!” Keluhnya.

Ia berjalan berlahan menikmati hutan yang cukup lembab karna pohon-pohon tinggi yang menghalangi cahaya matahari menerangi daratan. Kaki pria itu menendang sebuah batu kerikil kecil dijalan sambil terus bersenadung kecil. Walau ia tidak tahu arah jalannya tapi setidaknya ia harus menemukan seseorang yang sejalan pikirannya dalam penyelamatan Glorania.

“Donghae-ssi!” Dengan samar-samar Donghae mendengar sebuah suara meneriaki dirinya. “Donghae-ssi!” Suara itu semakin jelas terdengar olehnya. “Donghae-ssi!”

“Ryeowook!” Ryeowook berdiri dihadapan Donghae dengan nafasnya yang memburu dan peluh yang menghiasi wajahnya. “Ada apa, Wook?”

“Huh!… Lixy Donghae-ssi! Lixy! Huh..” Ryeowook menarik nafas panjangnya mencoba menenangkan detak jantungnya yang baru saja melesat secepat kilat mencapai Donghae. Sedangkan Donghae sendiri masih menanti lanjutan kalimat Ryeowook dengan tenang.

“Shammon! Shammon menyerang Lixy, Donghae-ssi!”

-***-

TBC

Behind the Scenes part 1

Posted by shocprisefanfiction on April 3, 2012
Posted in: Action, Continue, DBSK, Fantasy, Friendship, SHINee, Super Junior, Trouble. Tagged: Changmin, DBSK, Jaejoong, Jonghyun, Junsu, Key, Minho, Onew, SHINee, Sungmin, Super Junior, Taemin, Yoochun, Yunho. Leave a Comment

Genre              : Fantasy, Friendship, Action, Continue

Cast                  : SM artist

Author            : Shade & Vii-chan

 

 

 

 

Junsu memutar-mutar wine yang terisi dalam gelas, kemudian menenggaknya habis dalam sekejap. Ia menampilkan raut menyesal yang sangat baik malam ini. Kancing atas kemejanya terbuka karena panas dalam bar itu, rambutnya pun teracak tanpa gaya, benar-benar sosok yang frustasi. Ia mendongak dengan mata redup, melihat seorang namja dibelakang meja bartender. Tiba-tiba saja ia bercerita.

“Jika saat itu aku bisa memahami Yunho-hyung atau mendengar kata-kata Changmin.. Mungkin.. tidak begini jadinya..”

Bartender itu merasa kalau Junsu bicara padanya dan ia mendekat. Mengambil gelas kosong ditangan Junsu dan tersenyum. “Sedang ada masalah, ya?” Tanyanya.

“Ne.. huh,” Junsu mendengus, menuang wine dan menenggaknya lagi. “Ini masalah yang takkan pernah bisa kuselesaikan. Kau tahu? Aku harus berurusan dengan orang paling licik..”

“Licik? Pasti urusan itu sangat berbelit-belit.”

“Kau benar.” Junsu baru akan mengambil botol wine-nya lagi saat sang bartender mendahului dan menuangkan wine itu untuknya. Junsu menunduk, menyembunyikan senyum masam diwajahnya.

“Bukankah sulit menanggung itu sendirian?” Tanya bartender itu.

“Kau tahu itu.”

“Kenapa tidak meminta bantuan orang lain? Atau paling tidak, menceritakannya agar dapat mengangkat sedikit bebanmu.”

Junsu sedikit tertawa, masih dengan rautnya yang tak bergairah. “Takkan ada yang percaya pada masalahku jika kuceritakan.” Katanya berat seakan ia memang menginginkan seorang pendengar yang tak pernah ada. Si bartender menatap datar, lalu menggenggam tangan Junsu hingga namja itu mendongak untuk menatap karena bingung. “Jadilah pelanggan tetap disini.” Kata bartender itu.

“..Apa..?”

“Jika kau butuh pendengar, datang dan berceritalah padaku.”

Junsu makin bingung. Kenapa tiba-tiba ada orang seperti ini? Belum saling kenal, tapi penasaran pada pribadi orang. “Aku bisa mengatasi ini sendiri..”

“Kita sama.”

“Hah?” Junsu –lagi-lagi– menatap orang dihadapannya. Ketika mata mereka bertemu, Junsu terkesiap, menyadari kalau sang bartender memiliki warna bola mata yang merah dan bekerling; seperti vampir atau binatang malam. Namun ia segera tahu kalau itu hanyalah sebuah lensa kontak.

“Aku juga.. masalahku banyak. Sangat banyak sampai tubuhku rasanya ingin meledak. Aku tahu aku butuh keberadaan yang dapat memahamiku, tapi aku juga tahu kalau mereka yang hidup normal takkan mengerti pada apa yang kubicarakan. Makanya, saat mendengar cerita pendekmu, aku jadi tertarik dan merasa kalau inilah yang kutunggu. Teman sepertimu.”

Junsu terdiam dengan kalimat bartender itu. Pandangannya sedikit kabur karena efek wine yang banyak dikonsumsinya malam ini, tapi masih dapat terlihat kalau si bartender bicara dengan sungguh-sungguh. Lalu Junsu menarik tangannya dari bartender itu. “Aku bukan orang yang mudah percaya. Apalagi kita tak saling kenal.” Katanya.

“Ya, aku tahu kau akan bilang seperti ini. Sungmin imnida.” Si bartender menjulurkan tangan dengan senyum datar pada Junsu. Junsu memandangi uluran itu sebelum kemudian ia menyalaminya. “Junsu.”

Sungmin masih tetap dengan senyumnya. Menurut penglihatan Junsu, senyuman itu agak aneh; kaku dan berkesan tidak dilakukan. Hanya seperti menekuk bibir tanpa berniat untuk tersenyum. Seperti topeng.

“Sekarang kita saling kenal. Kau tahu namaku dan tempat kerjaku sementara aku tahu namamu dan sifatmu. Kalau begini, apa kita bisa saling tukar cerita?”

Junsu memproses ucapan Sungmin. Sebenarnya ia heran kenapa Sungmin begitu ingin mendengar ceritanya walau ia tahu itu karena Sungmin pun ingin bercerita pula. Ia sedikit mendeteksi kalau-kalau orang didepannya memiliki niat buruk. Tapi sepertinya tidak. Sungmin tidak terlihat berniat akan sesuatu selain cerita mereka. Malas berpikir lebih rumit, Junsu berdiri dari kursinya, merapikan pakaian dan berkemas untuk pulang. Sungmin diam memandangi.

“Jika sudah tak sanggup, aku akan datang dan mencarimu kesini.” Katanya acuh, mengambil tas jinjing kantornya dan keluar dari bar itu. Sungmin termenung, lalu ia senyum-senyum seorang diri dan menyipit hingga bola matanya yang berwarna merah itu mengerling.

“Akhirnya kutemukan juga..”

 

 

Junsu berjalan menuju mobil sedannya yang terparkir tak jauh dari hadapan CircLe –bar yang baru ia kunjungi–. Tampangnya masih belum pulih; tetap terlihat murung. Ia membuka pintu mobil dan masuk dengan lesu, kemudian terduduk disana tanpa melakukan apapun. Dikepalanya terlintas kelebatan masa lalu, tentang Yunho dan Changmin. Mereka bertiga bertengkar hebat karena masalah pekerjaan, masalah yang benar-benar sepele. Saat itu Junsu meninggalkan Yunho dan Changmin begitu saja, tanpa mendengar nasihat mereka lebih lanjut. Yang Junsu pikir adalah bahwa semuanya bisa kembali seperti semula saat esok menjelang. Tapi tak tahunya itu malah menjadi pertengkaran terakhir mereka. Junsu tak menyangka kalau dua orang yang sudah seperti saudaranya itu tiba-tiba menghilang.

“HAH!!”

Junsu memukul stir mobil hingga menyuarakan klaksonnya sesaat. Ia merasa kesal tiap kali teringat kebodohannya dulu.

“Apa-apaan ini, hah? Sebenarnya kemana kalian? Kenapa pergi tanpa memberitahu kami? Kenapa?!” Sekali lagi ia meninju benda didepannya. “Apa kalian sengaja seperti ini agar aku menyesal? Aku sangat menyesal sekarang dan kenapa kalian tidak juga muncul?! Sialan..!!”

Ia menghempas tubuh di jok, air matanya mengalir. Kenapa sampai menangis seperti itu? Jelas, mereka sudah bersama sejak kecil. Suka dan duka yang terus datang bertubi-tubi telah dilalui mereka dengan penuh perjuangan, hingga mereka dewasa dan sudah dapat bekerja sendiri seperti sekarang. Pertolongan selalu mengalir antara mereka yang tak pernah mencicipi indahnya bersama keluarga; saling mengisi, saling bergantung, dan saling menjaga satu sama lain, membuat mereka –setidaknya– merasakan secuil kasih sayang persahabatan.

 

Dan tiba-tiba mereka menghilang?

 

“Tidak.. meski masih ada Yoochun dan Joongie, tapi kalian tidak ada.. Sial, kemana kalian sebenarnya?” Ucapnya getir.

 

 

Malam yang sama, disebuah lokasi tersembunyi, terdengar suara tembakan yang meletus, membuat suasana makin gaduh sejak kedatangan sebuah robot berkaki roda tank disana. Ada dua tubuh yang berdiri menghadap sasaran tembak yang berjarak ±10 meter dari tempat mereka berdiri, dua tubuh lain berlatih pedang, dan seorang lagi tergeletak begitu saja dilantai dengan mata terbuka.

“Ada apa dengan O361?” Tanya orang yang memegang pistol dan memakai kacamata oranye besar, menunjuk orang yang terbaring dengan posisi tak beraturan didekat mereka. Orang disebelahnya menjenguk jam tangan.

“Ini pukul 11, tentu saja dia begitu.”

“Kurasa sebentar lagi waktuku juga habis. Kalau aku mati, pejamkan mataku dan baringkan aku disamping O361.” Salah seorang yang berlatih pedang berhenti, mengangkat namja berpanggilan O361 tadi menuju sebuah tempat tidur besar beralas putih. Tanpa bantal, tanpa guling, dan tanpa selimut. Disana O361 kembali dibaringkan.

“V01c35.. aku.. akan mati 10 detik lagi..” Ucap namja yang mengangkat O361 pada namja lain yang berpanggilan V01c35 –yang memakai kacamata oranye–. Tiga tubuh disana menghitung mundur.

“.. dua.. satu.”

 

BRAK –

 

Bersamaan dengan tubuh yang terjatuh, pintu ruangan terbuka. Masuklah tiga orang pria berjas. Melihat itu, namja yang masih memegang pedang segera membungkuk, disusul dua namja yang lain. “Malam, Park-ahjussi.” Ucapnya.

“Malam Onew, Tn.Lee memberimu ini.”

Onew diam. Ia meletakan pedangnya dan meraih map dari tangan Tn.Park, lalu mendongak datar setelah membaca isinya.

“Harus dikerjakan sekarang?” Tanyanya.

“Tentu saja. Ada masalah?”

Onew menunjuk dua tubuh yang telah berbaring. “U55u47 dan O361 sudah mati. Begitu pula i71K3 yang akan tumbang 1 detik la..”

 

BRUKH –

 

i71K3 pun ambruk, menyusul dua tubuh lain. Tn.Park menatap Onew. “Dimana kabel mereka? Pasang dan hidupkan lagi.”

Onew membungkuk, ia menoleh pada V01c35. “Pasang kabel mereka. Kita harus sudah siaga dalam waktu 2 jam.”

V01c35 langsung berbalik kedalam, menghampiri tiga temannya.

“Laksanakan dengan baik. Oke?” Tn.Park tersenyum dan menepuk pundak Onew yang keras. Onew membungkuk lagi dan membiarkan Tn.Park keluar.

“C007, kau juga harus pakai kabelmu.” V01c35 berucap pada Onew dari jauh sambil memasangi kabel-kabel pada O361. Onew, yang berpanggilan C007, mendekat dan meraih kabel lain untuk dipasang pada i71K3. Saat itu Onew tidak melihat satu pun kabel melekat pada V01c35. Maka ia ambil kabel lain lagi dan memasanginya pada V01c35. “Jonghyun adalah yang paling teliti. Kalau kau sampai kekurangan energi dan daya serta mengakibatkan kesalahan saat bekerja nanti, SHINee bisa dimusnahkan.” Ucap Onew datar.

“Aku tahu.” Jawab V01c35 –Jonghyun– yang masih menyusun kabel-kabel ditubuh O361.

 

 

>> BGM – Keep Your Head Down (DBSK)

 

“Untuk H42D-50, identitas terlacak: Bd7, area 2, arah jarum jam 10. Muncul dalam 9 detik.”

“Terlihat.”

Laki-laki itu berjalan mantap dengan seragam pekerja suatu perusahaam dengan badge bertulis ‘Yunho’ –yang merupakan namanya– didada, tangannya menyentuh bagian belakang telinga untuk mendengar instruksi dari kepalanya. Dan disana ter-setting penghitung waktu mundur. Saat hitungan terakhir, muncul sesosok pria, berlari mengacungkan senapan yang menjadi satu dengan tangan. “Beri jalan!” Pekiknya.

“Perintah ditolak.”

Yunho mengacungkan semua jari tangannya kehadapan Bd7 –yang membawa senapan–. Bukan kabur, Bd7 itu malah terus berlari, berniat menerjang. Yunho diam tanpa reaksi, memproses pikirannya, mencari sesuatu.

 

Pemberian kesempatan. Program itu tak ada dalam kepalanya.

 

“Kau akan kurusak!!” Pekik Bd7.

“Aku, yang akan merusakmu.”

Yunho mengarahkan jari-jarinya kewajah Bd7. Ujung jari itu terbuka dan mengeluarkan peluru-peluru kecil yang menjejakkan cahaya biru api, melesat cepat tanpa ada suara letusan. Tubuh Bd7 menerima semua peluru itu dan ia terpental kebelakang, jatuh dari aksi berlarinya. “Ugh..” Ia meringis. Yunho berjalan mendekat, berdiri tepat disamping tubuh Bd7 yang tak bergerak dan memandanginya.

“Proyek untuk program sistem BOT-Ther buatan YS Company, nomor seri Bd7, tak memiliki pengatur waktu yang akurat, dan butuh memuat perintah..”

Yunho berucap datar. Sebagai sentuhan terakhir, ia menendang kepala Bd7 dengan kuat hingga menghancurkannya, menampakkan rangka-rangka mesin yang payah.

“..Itu lemah.”

 

Sosok itu berlari dengan cepat, melesat bagai peluru, tanpa pikiran apapun. Ia hanya mengejar sesuatu malam ini.

“S4.742, beri instruksi.” Ucap sosok itu sambil menyentuh belakang telinganya.

“Kode CU73235: Max Changmin, diterima. Pencarian selama 0,1 detik. Ditemukan. Kode BJ-D664, lantai 17 koridor 21. Perlambat kecepatan.” Jawab seseorang yang entah dimana. Changmin mengangguk dan berhenti berlari. Ia hanya berjalan cepat, memasuki lift dan naik menuju lantai 17. Begitu lift sampai, ia segera keluar. Saat itu, orang yang bicara ditelinganya berucap.

“BJ-D664 mendekati ruang utama dan akan menyerahkan dokumen dalam 5 menit. Kau boleh kembali berlari.”

“Aku berlari.” Changmin pun berlari seperti instruksi. Kakinya sangat cepat, tak sampai 1 menit ia sudah berada dibelakang BJ-D664. Ia berhenti dan mencegat BJ-D664. “Kau diperintahkan untuk berhenti.”

BJ-D664 benar-benar berhenti seperti yang dikomandokan. Ia berbalik dengan sebuah amplop coklat dalam genggaman. Changmin berucap lagi. “Serahkan padaku.”

“Ini bukan milikmu.”

“Juga bukan milikmu.”

“CU73235, dokumen berisi data perancanaan milik Yedang Company, bukan YS. Dibelakang BJ-D664 ada sebuah pintu dengan sang pemerintah YS dibaliknya. Jangan dibunuh, usahakan ambil dokumen itu tanpa suara, tanpa kerusakan berat, dan tanpa jejak.” Suara dikepala Changmin terdengar lagi. Changmin berpikir sejenak. Ia butuh mengulur waktu untuk menyelesaikan tugasnya ‘tanpa suara, tanpa kerusakan berat, dan tanpa jejak’ seperti kata orang yang entah dimana itu.

“Bisa kirimkan bantuan?” Pinta Changmin dengan tetap mengawasi BJ-D664 yang mulai bersiap untuk menerima pertempuran.

“Baik. Siapa yang kau butuhkan?”

“Aku butuh penghapus disini. Aku butuh raccoon.”

“Melakukan konfirmasi.. Permintaan diterima. W17d dikirim, akan tiba dalam 5 menit.” Sang pemberi instruksi yang berkode S4.742 menjawab. Changmin mengerti dan kini ia tinggal mengulur waktu sampai kedatangan W17d agar bisa menghabisi BJ-D664 tanpa takut akan melanggar instruksi.

“Program BOT-Ther.. Kalian masih lemah.” Ucap Changmin datar. Tanpa ekspresi dan tanpa emosi. Dalam kepalanya tertuntut waktu; tugas ini harus selesai sebelum pukul 1 dinihari dan sekarang sudah pukul setengah satu.

“Kau sendiri? Bagaimana dengan programmu? Apa kau merasa hebat karena mampu membaca program mesin lain?” Jawan BJ-D664 dengan angkuh. Changmin tak menjawab, ia memang tak ter-setting untuk melakukan pertengkaran kata. Ia hanya didesain untuk bertempur dan memusnahkan; membuat suatu akhir. “Program sistem apa yang mengaktifkanmu?” Tanya BJ-D664.

Lagi-lagi Changmin diam. Sebenarnya ia sedang mendeteksi pikiran sosok didepannya. Setelah mengetahui kekurangan pada program sistem BJ-D664 itu, baru ia menjawab.

“Program sistem Anibot versi pertama seri Clonnator, kode CU73235, tim operasi DBSK.”

BJ-D664 menatap. “Terima kasih. Kau memberi informasi.”

“Tidak. Tidak ada yang bisa kau berikan pada profesor-profesor diperusahaanmu tentang aku dan programku.”

“Kau pikir aku tak memiliki ingatan?”

“Aku tidak bilang begitu. Yang kumaksud adalah kehancuranmu.”

“SM memang hebat, mampu menciptakan emosi pada mesinnya. Kau bersifat sombong, ya?”

Changmin diam. Sebenarnya tak ada apapun yang ia lakukan. Ia tak berekspresi dan tidak menunjukan emosi. Dia datar. Mungkin BOT-Ther lah yang canggih karena memiliki perasaan. Bukan. Bukan perasaan, itu hanya pembaca raut yang diberi agar mampu beradaptasi dengan manusia normal.

“Berikan dokumennya.”

“Aku tidak diberi perintah untuk itu.”

 

ZZUUUNG… –

 

Terdengar suara mesin yang melesat. Changmin dan BJ-D664 menoleh kehadapan koridor. Disana datang seseorang berbadan besar. Sama seperti Changmin, sosok inipun tak menunjukkan ekspresi. Hanya saja ia memiliki perawakan yang kasar, keras, dan bengal. Dilengan namja itu ada sebuah garis membentuk kotak dengan sekrup diujung sisi-sisinya. Kotak itu bertulis ‘W17d’; sang penghapus yang diminta Changmin pada S4.742 beberapa saat lalu. “L1p5 telah mengacaukan speaker keseluruh area gedung. Kau tak perlu memperhitungkan suara yang akan ditimbulkan.” Ucap W17d. Ketika diperhatikan, ternyata memang terdengar lantunan lagu ‘Fox Rain – Lee Sun Hee’ dalam volume yang keras. Barulah kali ini Changmin tersenyum.

“Sekarang aku tak perlu menunggu apapun lagi.”

“Aku tak menyuruhmu untuk menung..–”

 

TANG, BRAAKH –

 

Changmin menembakkan peluru yang sama seperti milik H42D-50 (Yunho) kepada BJ-D664 yang langsung terhempas kebelakang. Tembakan itu mengenai tangan BJ-D664. Ia terus melancarkan pelurunya tanpa ampun ke bagian kepala dan dada sampai BJ-D664 tak lagi bergerak. Mesinnya dirusak.

“Payah.” Kata Changmin sambil meraih amplop dari tangan robot rusak didepannya. “Lenyapkan minyak dan benang besi yang berceceran ini. Aku akan memasang kabel untuk kedatangan SHINee nanti.” Ucapnya pada W17d. W17d mengangguk dan melaksanakan tugasnya dengan cepat sementara Changmin membawa tubuh mesin BJ-D664 pergi mencari ruang kosong.

“CU73235 disini.”

“Ya, aku dengar.” Jawab Yunho. Changmin menghubunginya.

“Mereka datang 24 menit lagi. Kau sudah menyiapkan BOT-Ther bagianmu?”

“Sudah sejak setengah jam lalu. Bagus kalau begitu. Aku kesana.”

Yunho bangkit dari duduknya ditempat parkir perusahaan tempat Changmin juga berada. Dibelakangnya ada 3 orang yang mengikuti. Tapi orang-orang itu tak melakukan apapun; hanya mengikuti. Ya, itu adalah tubuh BOT-Ther yang telah mati dan digunakan Yunho pada sebuah sandiwara untuk tugas sebenarnya. Tubuh-tubuh itu kemudian diberi separuh ingatan Yunho melalui kabel-kabel yang selanjutnya memberi ia kewenangan kontrol. Intinya, Yunho mengendalikan 3 tubuh itu. Begitu pula dengan tubuh yang dibawa Changmin.

 

 

Mereka masuk. Lima pemuda dari SM Tech Company mengunjungi perusahaan YS, lokasi tugas kali ini. Mereka berjalan penuh kabanggaan dan aura yang mengintimidasi.

“Aku menemukannya. Empat robot, program BOT-Ther milik YS.”

Ucap Taemin. Dia adalah pendeteksi di SHINee, tidak seperti duo DBSK yang diatur S4.742 dari jauh.

“Lokasinya?” Tanya Minho.

“Ruang utama. Mereka didepan ruang utama.”

Mendengar itu, Onew, Jonghyun, dan Minho tersenyum sinis.

“It’s show time.”

 

––– –– ––– – ––– –– –––

 

“Prof. Kim, kira-kira kapan proyekmu selesai?”

Suara seorang laki-laki terdengar dalam ponsel Prof. Kim. Tn.Lee sedang menghubunginya sekarang.

“Hanya tinggal pengujian terkahir sebelum bisa dioperasikan sepenuhnya lusa nanti. Aku masih khawatir terjadi kesalahan walau aku tak pernah melakukan hal itu.”

“Hmm.. jadi aku bisa melihat anak-anakku bekerja lusa nanti? Bagus. Akan kutransfer bayaranmu besok.”

“Kau sudah menyiapkan tugas untuk mereka?”

“SM bukan penguasa Korea, tentu saja perusahaan lain masih mengintaiku dan aku pun harus mengalahkan mereka. Banyak tugas yang harus dikerjakan bonekaku, Kim.”

Prof. Kim diam. Ia tahu niat sebenarnya Tn.Lee itu membuat banyak robot, karena orang itu tak mau membayar para pekerja. Kalau dengan mesin, ia tak perlu membayar siapapun dan ia menyukainya.

“Ya, baiklah. Kau memang begitu. Nah, aku harus melanjutkan pekerjaan, jika ada sesuatu, aku akan menghubungi nanti.”

“Itu bagus.”

Prof. Kim menekan tombol merah, lalu menggenggam ponselnya kuat. Entah kenapa ia tidak nyaman dengan kelakuan Tn.Lee itu. Ia juga tidak rela kalau semua robot karyanya hanya harus jadi senjata sementara yang mendasarinya menjadi pembuat robot adalah karena ia ingin memiliki anak asuh. Semua bertentangan dengannya, tapi ia tak bisa menolak sang pembesar SM itu.

 

––– –– – –– –––

            “Jun? Hei,”

Jejoong melambaikan tangannya diatas wajah Junsu. Ia menemukan namja itu tergeletak asal di sofa ruang tamu dengan penampilan berantakkan. Junsu membuka matanya sedikit demi sedikit, menyaring cahaya yang masuk agar tak terlalu menusuk.

“Ah.. Joongie..”

“Ukh,” Jaejoong mengebas-ngebas tangan didepan hidung. “Kau bau alkohol! Apa yang kau lakukan tadi malam?”

Junsu tersenyum sendu dan hanya menggeleng, masih merasakan kantuk yang amat sangat karena ia nyaris tak terlelap semalaman.

“Kau ada masalah?” Tanya Jaejoong kemudian, setelah beberapa detik memahami sedikit garis kelam di wajah  Junsu. Junsu tertawa.

“Bukan hanya aku, tapi ini masalah kita.”

“..Ah?”

“Jadi kau memikirkan Yunho dan Changmin?” Tiba-tiba Yoochun datang, dengan handuk tersampir di bahu dan rambut yang acak-acak. Bersamaan dengan kedatangan Yoochun, Junsu terduduk dan menggosok kepala; jengah.

“Entahlah.. tiba-tiba saja aku memikirkan mereka.”

Yoochun berdecak, agak merasa tak senang. “Kau mengingatkanku pada hal memuakkan.”

“Maaf,” Junsu melayangkan tatap tak kuasa. “Aku hanya merasa.. Menyesal..”

“Apa yang kau sesali? Ini jelas-jelas bukan salahmu, atau aku, atau Joongie. Akh! Dasar manusia kotor!!”

“Yoochun!”

Jaejoong memekik. Jelas ia bising. Selain karena mengungkit-ungkit masalah Yunho dan Changmin, juga karena teriakan Yoochun. Itu semua seakan bisa meledakkan kepalanya kapan saja. “Tak bisakah kau jaga ucapanmu?”

“..Maaf..”

Jaejoong menghela nafas. “Hei, Junsu, apa kau pikir aku dan Yoochun tak memikirkan itu? Aku sudah bilang, bahkan minta tolong padamu untuk tak membicarakannya. Hal itu malah akan memecahkan kita juga.”

Junsu menunduk. “Ya. Aku tahu.”

“Dan Yoochun,” Kali ini Jaejoong menatap laki-laki yang berdiri didekatnya itu. “Kau tak perlu meledak seperti itu.”

Yoochun hanya diam, tak meu melihta wajah Jaejoong. Untuk beberapa saat, mereka diam, tanpa satu huruf pun meluncur antara 3 orang itu.

“Kita akan mengambil mereka kembali. Kita akan menyelamatkan mereka.”

Yoochun dan Junsu mendongak bersamaan dengan mata membelalak, tak percaya dengan apa yang baru dikatakan namja tertua disana.

“Kau serius? Hei.. jangan bercanda..”

“Kita akan melakukannya?”

“Ya,” Jaejoong menunjukkan tatap serius. “Kita akan membuat orang itu berlutut dan meminta maaf.”

 

 

– ––– –– TBC –– ––– –

Super School Series ‘Camping’

Posted by shocprisefanfiction on January 29, 2012
Posted in: Family, Friendship, Humor, One Shot. Tagged: Donghae, Eunhyuk, Hangeng, Heechul, Kangin, Kibum, Kyuhyun, Leeteuk, Ryeowook, Shindong, Siwon, Sungmin, Super Junior, Yesung. 1 comment

Genre : Humor, Friendship, Family, One Shot

Cast    : Super Junior

Author : Shade & Vii-chan

Maaf sebelumnya. Kami rasa FF ini maksud dan tak layak dibaca, jadi lebih baik jangan diperiksa sama sekali. Ini.. maksudnya mau ngelucu.. tapi gagal. Ini.. garing banget. Bikin bete. Jadi jangan dibaca. Inget? Jangan dibaca. Jangan, ya. Kalo dibilang jangan,  berarti jangan.

JANGAN DIBACA, LHO, YA!! *Author panik*

Tapi gak pa-pa, deh kalo ada yang berbaik hati untuk baca dan meninggalkan komen. Kami berharap banyak dari kritik dan saran kalian. Makasih kalo mau baca..

Sekali lagi, MAKASIH..

Nah, happy reading J

Diingetin, lho, ya, ini FF maksud!!!

– ––– –– ––– –– ––– –

KRIIINNGG…!! GDBAK.. BUG.. BUG-BUG-BUG

Bel berbunyi, tanpa disangka bel berbentuk lonceng itu copot dari tempatnya, bergelinding ria dan melindas tukang bakso, tukang somay, dan tukang sosis didepan sekolah. Murid-murid super; Wonder Woman, Cat Hee Hee, Spider-Teuk, James Kyu, Susilo-man (temen SD nya Superman dulu. Wujudnya menyerupai orang yang bernama Susilo. Hati-hati dengan sekitar anda!! Bisa jadi, Susilo yang anda kenal adalah Susilo-man pemberantas ELF!!! Kyaaaa….! *author menjerit histeris, berlarian dipinggir pantai bersama pak presiden, tukang tape langganan, serta seluruh keluarga*), Elastic Shade (Author yang juga sekolah disana dan bisa melar sampe nyangkut-nyangkut gaje), Vii-chan the Amazing Eye (Author yang ini pun sekolah disana. Jago melotot), dan para kerabat super yang lain *namanya juga Super School, pasti penghuninya super-super semua* mulai memasuki kandang masing-masing.

“Aseekk.., besok sudah liburan. Jalan-jalan kemana, ya, enaknya?” Eunhyuk berucap ditempat duduknya sambil menggeliat seperti ular, seperti ular, yang sangat berbisa, sangat berbisa, suka memangsa, suka memangsa, diriku digigit Eunhyuuuukk~~~… (dikutip dari lagu Ular Berbisa – Hello band) #Plakk!! *author tertampar*

Author: Oppa.., kenapa.. kenapa kau tampar aku dengan sendal swallow itu Oppa?? *menangis terseduh-seduh seperti teh Sariwangi*

Eunhyuk-oppa: Siapa yang nampar?

Siwon-oppa: Ah, sori, ya. Tadi lagi latihan shuffle.. eh, sendalnya copot.

Author: APWAA???!! SIWON SHUFFLE-AN PAKE SENDAL SWALLOW???!!

SuJu-oppa 13x: THOR, LANJUTIN CERITANYA!!!

Ah, maaf, maaf.. mari kita kembali ke jalur yang sebenarnya.. -__-“

“Hyukie-ah.. jangan lupakan aku..” Donghae merengek disampingnya dengan wajah yang manis (tau kan gimana? Hadeuh..) dan mengedip-ngedip pada Eunhyuk. Eunhyuk sendiri tersenyum-senyum sok macho. Eunhyuk tidak tahu kalau ternyata Donghae-nya sedang kelilipan plankton.

“Aku tidak pernah melupakanmu walau hanya sedetik, chagi..”

“Hyukie..”

“Haehie..”

“Haehie? Apa itu Haehie??” Donghae sker (scare) dan hidungnya kembang kempis.

“Kamu. ‘Kan kalau Sungmin-hyung jadi Minnie, Kyuhyun jadi Hyunnie, Chullie, Kyungie, Wonnie, Teukie, Sungie, Wookie, Bumie, dan aku Hyukkie. Berarti kamu Haehie (Hyuk maksa -__-). Benar ‘kan?”

“Oh, kau benar, chagi. Ya ampun, kamu perhatian sekali padaku.”

“Iya, dong.”

Saat mereka sedang seru-serunya bermain gombal-gombalan, tiba-tiba saja datang Shindong, Sungmin, Yesung, dan Ryeowook dengan bergelinding-gelinding. Menabrak meja dan merusak properti (Author: WOY! Properti mahal, nih! Gue bikin FF ini tuh butuh nabung 65 tahun tau!! | SuJu: Benarkah? Memang berapa usiamu? | Author: Baru 15 tahun, sih.. *dikeroyok massa*). Eun-Hae terkejut-kejut sampai gerakan mereka menyerupai Pinkan Mambo dance yang riang gembira dan enerjik.

“Hei, aku punya usul untuk liburan kali ini!”

Sungmin langsung berdiri didepan meja Eun-Hae dengan wajah berlumur darah akibat membentur rak sepatu, lemari, dan juga tembok kelas. Lalu tiba-tiba saja terdengar bunyi Bip-bip.

“Bunyi apa itu?” Tanya Donghae.

“Mungkin suara kentut Ddangkoma. Coba kuperiksa.” Yesung mengangkat Ddangkoma ditangannya, kemudian menggeleng. “Dia tidak menunjukkan tanda-tanda kecepirit atau muntaber.”

“Terus, itu suara apa, dong??”

BRAKH, GDBUG, DUAR, DUAR…

Suara pintu dibuka dengan keras. Dibelakang pintu itu ada Shindong yang kemudian tergencet ke tembok. Bersamaan dengan itu meledak pula bom buku yang dibawa Pak Muchtar (guru pelajaran bahasa disekolah, rautnya mirip teroris kelas ikan hiu) yang penyebabnya tidak diketahui; main meledak-meledak aja gitu, namanya juga anak muda, jadi bom-nya masih labil.

“Kyuhyun??”

Semuanya menengok pada Cho Kyuhyun –yang diketahui sebagai guru Matematika dan James Kyu–. Ternyata bunyi Bip-bip tadi berasal dari radar cinta di hati Kyuhyun yang akan bereaksi jika Sungmin terancam punah. Ia datang dengan wajah telenovela khas Indonesia #Plak

“Chagi..” Ia menghampiri Sungmin dan langsung menangkup wajah manis namja itu. Penuh darah dan sisa-sisa pergulingan tadi. “Siapa yang melakukan ini padamu?”

“Dia, dia, dan dia.” Sungmin menunjuk rak sepatu, lemari, dan tembok yang melukainya. Kyuhyun segera diliput amarah yang membludag. Guru muda itu berlari dan menghajar ketiga benda tersangka dengan tenaga setan. Menendanginya, menjebolnya, mencabik-cabiknya.. sampai sekolah terpaksa menjalani renovasi selama liburan nanti. Ampun, deh.. oppa, oppa..

“Jadi, bagaimana kalau kita pergi camping??” Ajak Sungmin mengacuhkan pacarnya yang mengamuk bagai banteng tembus pandang.

“Camping??” Semua bertanya serempak. Memikirkan usulan dari King Aegyo didepan mereka.

“Iya. Camping. Bukan bakar kambing, lho, ya. Mau tidak?”

“Kemana? Hyung sudah tahu tempatnya? Aku, sih, oke-oke saja.” Jawab Ryeowook.

“Hmm.. ke puncak aja!! ‘Kan Seoul deketan sama Bogor, gampang-lah.”

“Boleh juga. Yasudah kalau begitu kita pergi camping. Lusa kita berangkat.”

“Okeee…!!”

Mereka sepakat. Akhirnya rencana camping itu berhasil menarik perhatian satu kelas tersebut. Ternyata mereka bodoh. Masa’ iya Seoul deketan sama Bogor? Ck, ck, ck.. mau aja dikibulin author..

– ––– –– ––– –– ––– –

Hari pun berlalu, dan sekarang mereka sudah bersiap untuk berangkat ke Bogor yang katanya deket Seoul itu.

“Kita jalan kaki, nih?” Tanya Kangin.

“Ah, annieo.. jangan jalan kaki..” Rengek Sungmin.

“Aku akan mengantarmu sampai Bogor, chagi!” Kyuhyun langsung mengangkat tubuh sehat Sungmin dan berlari melesat menuju kota hujan Bogor. Amazing banget si Kyu-oppa, yakin mau lari sampe Indonesia? Dasar bodoh. #Plakk digampar Sparkyu T__T

“Mereka sudah berangkat duluan. Ah, eotteokhe??”

“Tenang anak-anak!!”

“HAH??”

Semua menengok ke sumber suara. Tiba-tiba saja muncul sebuah helikopter yang melayang didepan mereka. Helikopternya amat sangat cute dengan pita dan anting-anting bentuk love. Didalam sana terlihat sesosok kucing tampan yang mengemudi. “Pakai ini saja!” Katanya.

“Chullie!!”

“Apa?” Heechul mengerjap. Karena suara mesin helikopter, ia tak bisa mendengar ucapan murid-muridnya dibawah sana.

“Ayo, turun! Cepat, hyung!!”

“Hah? Kalian bilang apa, sih? Jangan buat aku marah, deh!”

“MENDARAT!! TURUN KEMARI!!”

“Oh.. Oke, aku turun sekarang.” Heechul melepas headset ditelinganya, juga safetybelt, kemudian membuka pintu helikopter dan terjun kebawah, menghampiri teman-temannya. Gobloknya, dia main turun-turun aja, gak pake mikir lagi buat parkirin ntu helikopter #Buagh dihajar Petals.

“Nah, ada apa?” Tanya Heechul.

“HYUNG!! Helikopternya!!!!”

“Eh??” Heechul mendongak dan melihat helikopter bawaannya telah terbang seorang diri, melanglang buana, menghantam patung Liberty, menara Eiffel, dan patung Pancoran. Waow, amazing..

“NNNOOOO…!!!! My cute hely Hee Hee..!!!”

“Yang tabah, ya. Ini semua pasti ada hikmahnya.” Tiba-tiba muncul Leeteuk dengan kostum Spider-nya yang mengetat disana-sini. Mulutnya pun makin manyun dengan nafas engap-engapan saking kecilnya ukuran topeng yang ia pakai. “Saya dan seluruh rekan Termehek-Mehek, mendoakanmu untuk merelakan Hely Hee Hee yang harus kembali pergi untuk kesekian kali..”

“Ah, cukup sandiwaranya!! Apa-apaan ini? Jangan ada kamera!!” Yesung berlagak mirip seperti orang-orang emosian yang suka muncul di Termehek-Mehek. Nutup-nutupin kamera pake tangan dan mukanya sker abis; serupa dengan para tersangka yang takut ketahuan karena kecepirit dicelana.

“Semuanya, ayo lompat!!” Siwon memekik tiba-tiba.

“Buat apa??” Tanya Kibum yang daritadi sembunyi didalam backpack Siwon.

“LOMPAT SAJA!! Mulut-mulut gue ini, masalah buat lohhh..??”

Kibum muntah didalam tas… Siwon gak cocok jadi anak gaul… Sabar oppa..

SuJu yang ada disana pun melompat mengikuti saran Siwon. Dan.. INI SEMUA TUH HAPPENING BANGET!!! Tiba-tiba mereka sudah tiba di Bogor, Jawa Barat. Sumpah, amazing… *author kagum sampe ngiler.

“Kalian sudah sampai.. Nah, ayo bangun tenda kalian masing-masing.”

Mereka segera disambut oleh Kak Seto. Kak Seto lah yang akan mengajari mereka cara mendirikan tenda didalam hutan ini. SuJu menyiapkan tenda di lokasi masing-masing dan mulai merangkanya dengan sukaria, bercengkrama dan penuh senda gurau tawa bahagia karena kehadiran Kak Seto yang amat membekas dipelupuk mata.

“Selesaaaaaiiii……!!!!!”

Jerit SuJu serempak saat tenda-tenda telah berhasil didirikan. Makanan pun sudah disiapkan oleh Ryeowook. Diantaranya ada daun bakar saus asam manis, kayu hangus masak kecap, dan rumput asap. Hmmm.. sedap. Dijamin author tak akan pernah mencicipinya. (SuJu: Kau harus makan ini juga, thor!! Ini semua adalah karanganmu!! Kami tersiksa! | Author: Tidak! Jangan, pliss.. aku ini menderita kekurangan gizi dan cacingan, gak boleh makan yang kayak gitu.. | SuJu: Kurang ajar!! Ganti narasinya atau kau harus makan ini semua. | Author: OKEH!! Ganti narasi..!!) Makanan pun sudah disiapkan oleh Ryeowook. Diantaranya ada bebek panggang, udang goreng tepung, kwetiau, steak, dan semua yang mereka inginkan tersedia disana. (Author: PUAS KALIAN???!! | SuJu: Puasss.. *senyum lebar minta dicium satu-satu*)

“Ayo, makaaaannn……….!!!!!”

Saat Shindong hendak menggapai bebek  panggang, tiba-tiba saja Kak Seto memegang tangannya dengan raut so sweet.

“Kalian harus cuci tangan dulu. Pakai Nuvo. Okeh?”

“Oke kakaaaak..”

“Memang anak-anak yang baik.” Kak Seto merasa kembali berusia 17 tahun karena dipanggil kakak.

“KYAAAAAAAAAAAAA…………..!!!!!!!!!!!!!!!!”

Heechul, Ryeowook, dan Sungmin menjerit ekstra kencang. Suaranya dahsyat mengguncang dunia! Para member lain yang terkejut segera berhamburan menghampiri mereka. Saat tiba, terlihat seekor beruang sedang menerjang.

“CHULLIE….!!!!!” Hankyung kritis.

“WOOKIE!!!” Yesung mukanya ancur abis.

“OMG!! MINNIE CHAGII…!!!!” Kyuhyun pasang tampang panik najis. #digampar Sparkyu, digantung di pohon tauge, dicubitin pake pinset.

Mereka bertiga melompat pada beruang itu dan menghakiminya sepihak. Kyuhyun memelototi beruang itu hingga matanya perih dan memerah, Hankyung mentotok perut beruang itu agar langsing, sedangkan Yesung menyemangati Ddangkoma untuk memenangkan pertarungan dengan hewan buas itu.

“Ddangkoma, kamu pasti bisa! Appa percaya padamu!!”

Yel-yel dari Yesung membuat Ddangkoma semakin semangat dan percaya diri. Hankyung tersungkur ditanah dan Kyuhyun terhempas. Ddangkoma mendelik.

Itu teman-teman Appa dan Eomma!! Tidak bisa dibiarkan!!

Kecepatan Ddangkoma seketika berubah dari 0 km/jam menjadi 150 km/jam!! Bayangkan pemirsa, itu melebihi kecepatan yang ada pada motor matic rata-rata!!

Ddangkoma mengamuk, tak ada ampun bagi beruang itu. Dengan tangan yang tak berjari, ia melempar sang beruang hingga terbang ke angkasa, mendarat di planet Pluto menggantikan Kyu-Min dahulu.

“Ddangkoma menang!!!”

Yesung menggapai kura-kuranya ke telapak tangan dengan girang. Ddangkoma bangga karena bisa menyelamatkan Appa-nya tercinta.

“Aku menang karena Appa mendukungku..”

Untuk sesaat Yesung diam. “Ddangkoma ngomong!!!” Jeritnya langsung mencaplok Ddangkoma kedalam mulut saking paniknya.

“Ada apa, hyung?” Ryeowook penasaran dengan jerit kemenangan Yesung. Ia memukul bahu Yesung kuat sampai-sampai ia memuntahkan Ddangkoma dari mulutnya dan hinggap kewajah Ryeowook.

“Eomma!!” Jerit Ddangkoma.

“Ddangkoma ngomong!!!” Yesung dan Ryeowook menjerit bersamaan. Satu per satu member lain berkumpul. “Ada apa?”

“Kalian semua!!” Ddangkoma bahagia.

“DDANGKOMA NGOMONG…!!!”

Suara Super Junior menggema kesuluruh penjuru negeri Indonesia merdeka, rakyat adil makmur sentosa.

“Adik-adik, jangan lupa pakai Nuvo-nya ya.”

Kak Seto muncul tiba-tiba.

“Memangnya kenapa?” Tanya Kibum.

“Kalau tidak, nanti saya kehilangan kontrak dengan Nuvo, dong! Gimana, sih. Mikir pake otak!!”

Tak dikira, SuJu merasa sedih dan tersinggung. Akhirnya mereka melaporkan Kak Seto dengan tuduhan tidak melindungi hak-hak anak. Dan saat itu pula Kak Seto pergi dari lokasi camping untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sabar, ya, Kak Seto..

Kukuruyuuuuukk……….

“Hooaaahmm…”

SuJu terbangun dari tidur mereka dan segera bergegas keluar dari tenda masing-masing. Ryeowook langsung menyiapkan sarapan (Author: Tenang, makanannya enak, kok.. *muka sker* | SuJu: Pinteeerr..), Sungmin dan Eunhyuk membantu membersihkan daun-daun, dan member lain sibuk dengan tugas memburu atau mencari kayu bakar.

“Aku mandi duluan, ya.” Donghae berjalan melalui kerumunan sambil bawa-bawa handuk. Yang lain diam saja, dan Donghae benar-benar pergi untuk mandi.

“Hyukie, jangan diinjak.” Larang Sungmin.

“Gwaenchana, nanti kubersihkan lagi.”

“Hyuk, andwae. Dengarkan aku, jangan diinjak. Dasar jorok.”

“Aku ‘kan cuma manginjak daun, kenapa jorok?”

“Kalau daun juga aku takkan melarang, tapi itu kotoran kucing!! Eeeewww… uwweeekk… Jorokk, ihh..”

“MWOOO???!! Kenapa ada kotoran kucing?! Pasti Chullie!!!” Eunhyuk mengangkat kaki dan berlari panik. Ia menjejalkan benda cokelat lengket agak cair tanpa bentuk beraroma menyengat dan mirip kecepirit Ddangkoma itu kesegala pohon dan daun-daun sambil menangis panik. Sungmin kabur kesana kemari dan Ryeowook menjerit-jerit. Saat suasana menegangkan itu, muncul Kyuhyun dari balik pepohonan disana.

“SINGKIRKAN MAKHLUK INI DARIKU..!!!!”

“Kyu.. WAA!!!” Ketiga uke disana menjerit kesekian kali saat mendapati ada yang menyantol dileher Kyuhyun. Itu PACET!!! Sejenis lintah, tapi lebih lengket. HIIIIIIII~~~~~………..!!!!!!!!!!!!!! *author gak mau tanggung jawab karena ikut ketakutan.

Kyuhyun-oppa: Cepetan woy!! Kempot gue kalo disedot mulu!! | Author: Maaf oppa! Menderitalah dulu!! (pembalasan author.. Ha.. ha.. ha.. hah, hah, asma kambuh!!)

“Jangan dekat-dekat, Kyu..!! Aku jijik sama pacet!!” Sungmin menangis.

“Selamatkan aku, Min!”

“TOLOOONG..!! HYUNNIE DIHISAP VAMPIR GEPEEEENNGG….!!!!” Ryeowook dan Eunyuk menjerit penuh derai air mata. Bukannya datang pertolongan, Kangin malah datang sambil dililit anaconda.

“GWAAAAAKKKHH….!!! Aku di-smack anaconda.. Lidahku pataaaahh..!!!”

“Kyaaaaa… Lidah Kagin-hyung pataaaahh..!!!”

GUK, GUK, GUK!!!

Tiba-tiba ada suara anjing.

“TOOOLOOOOOONNNGGG………!!!!!”

“SHIIIRREEEOOOO….!!!”

Semuanya menjerit saat melihat kedatangan Heechul yang diantar oleh 3 ekor anjing hitam bertampang garang seperti kuli bangunan dan preman pasar Senen yang suka malak nenek-nenek dibecak.

GUK, GUK.. AAAAKKH.. HSSSPPP… SSHH.. GUK GUK.. EUNHYUK BAUUU KOTORAAANNN… TOLOOONG.. GUK..

Gonggongan anjing, hisapan pacet, dan desis ular menjadi satu saat itu. Belum lagi yang kebauan oleh kaki Eunhyuk. Keadaan saat itu sangat tidak karuan. Mereka tak bisa lagi berubah menjadi James Kyu atau Cat Hee Hee. Mereka lumpuh.. mereka punah!! Mereka harus ditangkarkan ke suakamargasatwa!! *disantet ELF*.

Dimana Spider-Teuk??

Dddrrrrrr…. Suara mesin jahit.

Ternyata dia sedang menjahit ulang kostumnya yang kekecilan karena takut Kangin jadi ilfil. Lalu bagaimana dengan Elastic Shade??

“Males. Tadi gue dikeroyok gara-gara makanan. Sekarang duit gue abis buat ngasih mereka makan enak!! Gue emoh nolong mereka!!” Jawab Elastic Shade.

Kalau Vii-chan the Amazing Eye? Apakah dia akan menolong oppa-nya yang disedot pacet??

“Aku gak mauuuu…!!! Geli sama paceeett….!!!” Jawabnya sambil nangis menjauh dari Kyuhyun, masuk kamar mandi, muter kran shower dan ngegalau.

APA YANG HARUS DILAKUKAN SUPER JUNIOR??? Kalian para ELF, please, lakukan sesuatu. Kasih author sedikit pencerahan karena AUTHORNYA BINGUNG GIMANA LANJUTIN CERITA BODOH INI!!

“Heeeellpp…..!!!”

Ampun dah.. apalagi ini??

Ternyata ada sesosok makhluk yang berjalan mendekat dengan langkah perlahan kearah sekumpulan manusia yang terancam menjadi fosil disana. Makhluk itu dipenuhi buih-buih tebal berwarna putih dan wanginya semerbak.

Suasana hening sejenak.

“Hyukie chagi.. Tolooong~…”

“Haehie??!!”

“Tidak ada air.. tidak bisa bilas sabun dan shampo.. eotteokhe???”

“Tenang saja,” Tiba-tiba terdengar lagi suara. Apalagi yang akan muncul kali ini? Author mau munculin siapa lagi?? Kayaknya nih lama-lama segala bang Supriyadi satpam komplek juga diajak. Nanti pak presiden balom sempet pake baju udah diseret masuk FF. Apa, sih maunya??

AUTHOR BINGUNG

Author: Eh, suer, lho. Bingung banget lanjutinnya. Gimana nih???

Gampang!!

“Pakai Molto sekali bilas! Kalau pakai Molto, tidak perlu lagi bilas sampai 3 kali. Cukup sekali dan busa sabun langsung terangkat. Dapat menghemat air sampai 20 liter!!”

Mendadak muncul keluarga kain Molto, membuat SuJu bagai disiram semen berton-ton; kaku abiss… Disana hadirlah Ayah, Ibu, Lisa, Andy, dan Billy. Lho, Andy, dimana Andy?

“Mau mandiin Donghae dulu!! Kapan lagi bisa mandiin Super Junior? Ya, nggak??” Andy langsung melesat membawa kabur Donghae.

“HAEHIIIEEE…!!!!” Eunhyuk tidak terima Donghae-nya dibawa kabur begitu saja, ia mengejar, menjatuhkan Andy dan mencabik-cabiknya ganas. Keluarga kain yang lain murka melihat itu. Mereka menerjang Eunhyuk dan menumpahkan Molto sekali bilas kepada Eunhyuk. Alhasil, Eunhyuk bersih dari kotoran dan wangi semerbak yang diyakini akan tahan hingga berminggu-minggu.

“Ddangkoma, fighting!!”

Yesung muncul, melempar Ddangkoma untuk meredakan kekacauan disana. Ia tidak sadar dengan kekuatan yang ia gunakan. Bukannya menyelamatkan teman-teman sang Appa, Ddangkoma malah terlempar menabrak pohon hingga tempurungnya hancur berantakkan. Berserakkan kemana-mana. Yesung menjerit karena perbuatannya itu dan ia ikut menggila.

Keluarga kain murka… pacet merajalela… anaconda terlena-lena… Ddangkoma teraniaya… Super Junior menggila… Author sakit jiwa… Terserah readers aja… mau berakhir gimana… ceritanya kacau gila… udahaaann…

Tunggu dulu!! Ternyata saat itu Spider-Teuk datang!! OMG, pas banget timingnya! Come on Spider, kick them!!

Eh beneran.. disuruh kick them, beneran di tendangin sama dia semuanya.. termasuk Super Juniornya. Yasudahlah.. kami tak tahu lagi harus berbuat apa pada FF ini. Jangan dipikirin, ya readers..

Lalu semua berakhir dengan kemenangan dipihak hutan dan kekalahan harus diterima Super Junior. Spider-Teuk, sebagai satu-satunya manusia yang sehat sejahtera makmur bahagia sentosa sepanjang usia, melarikan semua temannya kerumah sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapat perawatan intensif. Tapi ternyata, setelah diperiksa lebih lanjut, mereka hanya menderita luka ringan. Yang parah adalah luka batin mereka. Akibatnya mereka pun harus menghabiskan sisa liburan didalam rumah sakit jiwa karena merasa mentalnya terpukul dan syok.

Ternyata oh ternyata…..

“Ini salah kalian karena tidak mau pakai sabun Nuvo dan telah berani mengadukan saya!!”

Kak Seto adalah dalang dibalik semua ini…

THE END

 

– ––– –– ––– –– –

Ya, ‘kaaaann??? FF-nya garing, kaaaann??? Makanya udah dibilang jangan dibaca…!!! *nangis guling-guling dikandang singa*

Maafkan kami readers.. jika FF ini sama sekali tak memiliki kriteria humor.. Tapi kami harap, sedikitnya ini bisa menghibur. Kalo nggak.. berarti kami gagal!!!

TIDAK!!

Kegagalan adalah sebuah awal yang baru. Kalo ini kurang, kami akan coba buat yang lebih baik lagi. Fighting!!! (nyemangatin diri sendiri itu lebih nyesek..)

Oh, iya. Visit blog kita, ya. >>> shocprisefanfic.wordpress.com

Ada banyak series-nya ‘Super School’ bagi yang tertarik. ^^

Thank’s for read.. J

Behind the Scenes (prolog)

Posted by shocprisefanfiction on January 29, 2012
Posted in: Action, Continue, DBSK, Fantasy, Friendship, SHINee, Tragedy, Trouble. Tagged: DBSK, Jonghyun, Junsu, Key, Leeteuk, Minho, Onew, SHINee, Super Junior, Taemin. Leave a Comment

Genre : Fantasy, Friendship, Action, Continue, Trouble

Cast    : SM artist

Author : Shade & Vii-chan

Annyeong.. ini FF fantasi kedua kami setelah ‘The War of Glorania’ berhasil mendapat sekian banyak komen. Thank’s buat readers yang baca FF itu. Baca lanjutannya ya. ^^

Nah, karena mau kasih kejutan lagi, akhirnya kita mengorbitkan ‘Behind the Scenes’ ini. Yang ini lebih ke action-nya dari fantasi.

Oh, iya. Buat yang mau baca series-nya ‘Super School’, lanjutan ‘The War of Glorania’, atau lanjutan FF ‘Behind the Scenes’ ini, visit atau follow aja blog asli kita:

shocprisefanfiction.wordpress.com

Makasih buat yang udah merhatiin kita. Sekarang, happy reading!!! J

– – – ––– – – –

Kalian tahu sejauh mana teknologi berkembang?

– ––– –– ––– –– –

“Onew, kau dan seluruh timmu telah menjalankan tugas kali ini dengan baik. Selamat, untuk kesekian kali, kalian berhasil.”

Ucap seorang pria paruh baya pada lima orang pemuda dihadapannya. Pria itu terus duduk membelakangi pemuda-pemuda itu.

“Ya. Terimakasih, Lee-ahjussi.”

Onew membungkuk meski ia tahu pria yang dipanggil Lee olehnya itu tidak melihat mereka sama sekali. Ia melirik pada Taemin dan langsung mohon diri untuk keluar. Saat ini mereka sedang berada di SM Tech Company, salah satu perusahaan di Korea yang telah berhasil menciptakan banyak penemuan canggih dan terobosan baru dalam bidang teknologi. Kebanyakan pelanggan SM adalah orang-orang dari intelegensi yang memesan barang-barang untuk para spy atau agen Internasional.

Yang namanya perusahaan, mustahil kalau SM tak memiliki saingan. Tentu saja SM mengalami kompetisi yang sulit dan menguras uang, namun SM tidak dipimpin oleh orang bodoh. Orang itu memiliki keoptimisan tinggi dan juga perencanaan yang hebat sehingga ia dapat menjadi seperti sekarang. Ia memiliki secret weapon sendiri dalam menangani ketatnya persaingan.

Salah satu secret weapon itu adalah SHINee, kelompok yang terdiri dari lima orang pemuda: Onew, Key, Minho, Taemin, dan Jonghyun. Mereka adalah lima diantara sekian banyak pekerja di perusahaan SM. Namun ternyata mereka memiliki dua status. Pertama adalah sebagai pekerja biasa yang mengemas barang, dan kedua adalah sebagai agen rahasia SM yang bergerak untuk mencari kelemahan-kelemahan dari saingan. Program SHINee telah berlangsung selama 2 tahun, dan kini sudah ada yang menaruh kecurigaan pada mereka. Jelas SM takkan diam saja.

“Tn. Lee, ada telepon untuk anda dari Prof. Kim.”

Suara telepon sambungan dari ruang asisten. Tn. Lee itu mendengung, mengizinkan sambungan untuk dilakukan.

“Apa kabar, Profesor? Ada apa?” Sambutnya dengan senyum lebar, seolah ia sudah tahu apa yang akan dibicarakan Profesor itu.

“Ini hebat.. aku telah berhasil menemukan sistem untuk dua jenis. Anibot versi 1 dan versi 2. Sejauh ini, versi 1 telah siap digunakan, tapi untuk versi 2 masih dalam tahap penguatan. Apa kau bisa datang untuk menjenguk?”

“Oh, tentu. Kapan kau ingin aku disana?”

“Secepat yang kau bisa. Ah, iya, aku butuh tubuh untuk Anibot ini. Apa itu tersedia di perusahaanmu?”

Tn. Lee tertawa. Agaknya ia mulai gemas pada sesuatu yang ditemukan Profesor ini. Ia menghela nafas santai. “Berapa jumlahnya? Aku bisa beri semua.”

“Kalau begitu kita harus bertemu dulu, baru dibicarakan lebih lanjut disini.”

“Baiklah, Kim. Aku kesana.”

Klek, tuut.. tuut.. –

Tn. Lee itu mengembalikan gagang telepon kembali ketempatnya dan segera memakai jas hitam bergaris yang tersampir dibangku yang ia duduki. Pria ini akan pergi ketempat si Profesor.

Dia, si Tn.Lee, pemilik SM ini, tengah merencanakan sesuatu. Dia tidak sembarangan mempekerjakan seorang Profesor tanpa sebab, dan itu semua karena rencana ini. Ia melakukan proyek. Sebuah proyek yang besar.

Apa itu Anibot? Anibot itu butuh tubuh? Apa maksudnya?

Itulah SM. Sama halnya seperti proyek SHINee yang bersistem Roman A34L yang mengorbankan Onew dan kawan-kawan, proyek Anibot ini pun akan mengorbankan orang lagi. Mungkin lebih sedikit, atau bisa jadi lebih banyak.

Roman A34L itu sendiri merupakan nama dari sebuah sistem operasi pada robot ciptaan SM. Seperti yang sudah diketahui orang banyak, SM adalah perusahaan teknologi yang hebat dan mencakup Internasional. Bukan hal sulit untuk membuat suatu sistem robot seperti ini. Dan itulah yang kemudian dikelompokkan menjadi SHINee. Yaitu lima diantara puluhan robot yang berhasil diciptakan dari sekian kali eliminasi. Sistem operasi Roman A34L masih menggunakan teknologi dahulu, yang kemudian berhasil disempurnakan oleh Profesor Kim menjadi Anibot versi 1, dan diperkuat lagi hingga menjadi Anibot versi 2 yang masih dalam proses penyelesaian.

Jika Roman A34L menggunakan Onew, Minho, Key, Taemin, dan Jonghyun yang tadinya hanya pekerja biasa diperusahaan itu, maka siapa yang akan digunakan menjadi Anibot versi 1 ini? Bagaimana dengan versi 2 nya? Siapa yang akan dikorbankan SM lagi demi proyek ini?

“Halo, Park,” Tn. Lee bicara dengan ponselnya sambil berjalan menuju mobil. Ia akan menemui Prof. Kim. “Lakukan tugasmu lagi. Untuk proyek kali ini, aku ingin yang lebih memiliki kemampuan. Kau mengerti?”

BRAKK –

Buku-buku laporan hari ini terjatuh dari tangan seorang pekerja bagian penguji barang. Ia bertabrakan dengan seseorang.

“Ah, Junsu, maafkan aku. Aku agak terburu-buru.. maaf..”

“Leeteuk-ssi? Kenapa kau kemari?” Tanya Junsu sambil memperhatikan sosok namja yang ia panggil Leeteuk itu. Leeteuk membantu mengemas tumpukan kertas milik Junsu yang berserakkan.

“Heechul memintaku mengambil beberapa gambar barang baru untuk dimuat dalam katalog. Aku terlambat.”

“Kalau begitu cepat temui dia. Aku bisa mengemas ini sendiri. Cepat sebelum ia marah dan tak mau perduli.”

“A.. baiklah. Maaf, ya. Aku duluan.” Leeteuk segera bangkit dan berjalan dengan cepat meninggalkan Junsu sementara Junsu sendiri kembali menumpukkan kertas-kertasnya.

Ternyata, tanpa disadari, ada yang mengawasi mereka. Sepasang mata yang tidak asing sehingga mereka tidak menaruh curiga. Junsu bangkit, berjalan menuju si pengawas. Ia menyapa. “ Tn. Park, apa kabar?”

Pria yang dipanggil Tn. Park hanya tersenyum dan mengangguk sampai Junsu pergi, kemudian ia mengangkat posel ditangan menuju telinganya; menghubungi seseorang.

“Halo, Tn. Lee, saya telah mendapatkannya. Orang untuk proyek baru ini..”

Siapa? Siapa yang akan dibawa Tn. Park pada Tn. Lee? Leeteuk atau Junsu? Apa yang akan dilakukan SM sebenarnya?

Jadi, kalian sudah tahu sejauh mana teknologi berkembang?

– ––– –– TBC –– ––– –

PS: Baca semua, jangan ada yang dilewat!!! (ngotot) Jangan lupa ke blog kita, yuaaaaa…. \\(^o^)//

Thank’s for read… ;* (heavy kiss #muntah)

The War of Glorania [1/?]

Posted by shocprisefanfiction on January 27, 2012
Posted in: Continue, Fantasy, Super Junior. Tagged: Donghae, Heechul, Kangin, Kibum, Leeteuk, Yesung. Leave a Comment

Selama berabad-abad, Glorania hidup dalam damai. Berbagai suku dari bermacam-macam ras hidup berdampingan dengan tenang. Tanpa ada persaingan berarti, tanpa ada peperangan. Dipimpin oleh 8 Foundept (setara dengan Raja) dari tiap ras dan ditambah 2 Thoud (setara dengan Dewa) yang nyaris tak pernah muncul, Glorania terus berjalan dalam masa. Bertahan dari segala kemungkinan buruk. Hingga pertemuan para Foundept di menara malam itu,

“Sesuatu akan terjadi pada Glore (sebutan untuk penghuni Glorania). Para thoud mengatakannya, dan ini akan sulit dihentikan”

Foundept dari ras Shammon buka suara, sedangkan foundept lainnya diam menyimak. Heechul, foundept ras Kaile, acuh sambil terus menimang kucing abu-abu peliharaannya.

“Thoud? Thoud yang menyampaikan hal ini?”

Leeteuk bertanya. Berita yang dibawa Kangin, foundept ras Shammon, sangat mengejutkan. Ia tak tau kalau berita itu datang dari para thoud.

“Ya. Bagaimana bisa kau tidak tahu? Pasti itu karna kau selalu sibuk menolong orang” Sindir Kangin dengan seringai dan dengus.

“Ini adalah perbuatan baik bagi kami dan mereka.”

“Para Feily memang selalu begitu. Mencari perhatian dengan perbuatan baik..”

“Hei, tiap ras memiliki aturan yang berbeda ‘kan?”

“Itu benar. Hanya saja, aku tidak suka cara itu. Karna Shammon tak memiliki aturan”

“Hentikan” Heechul menatap Leeteuk dan Kangin dengan mata hitamnya yang gelap “Kita disini untuk suatu keputusan, bukan keributan” Ia bangkit. Jubah hitam yang terlampir dari bahunya terseret dilantai. Ia berjalan, ke hadapan pada foudept.

“Glorania akan menghadapi krisis besar. Ini.. adalah keputusan yang besar. Para thoud telah mengatakan…”

“Benarkah? Kau mengatakannya?”

Seorang thoud duduk menghadap meja, membelakangi thoud lain yang juga terduduk menatap meja.

“Entahlah. Mungkin saja. Ah, aku sudah lupa”

“Lupa? Kau melupakannya? Apa kau menemui seorang Faundept hari ini?”

“Mungkin tidak. Aku lupa”

“Sungie..,” Kibum, thoud yang tadi memulai pembiaraan, menghela nafas “Jawab yang benar”

Yesung tertawa hingga kurisnya terlihat bergoyang, “Maaf, aku sedang sibuk tadi. Aku tidak menemui siapapun hari ini kecuali kamu yang terus dibelakangku selama…., ng…” Ia Nampak sedang menghitung dengan jari. “…yah; selama berabad-abad hingga pakaianku berdebu”

“Jadi, Shammon dan Kaile itu dapat perintah dari siapa?” Kibum bingung, menatap bola kristalnya dihadapan dengan lensa pembesar dimata kirinya.

“Bukankah mereka bilang dari thoud? Kita ‘kan thoud”

“Kaile itu ada-ada saja..” Kibum tertawa santai, kamudian menyandarkan tubuh di sandaran kursinya. Yesung diam, kembali sibuk menjejali makanan pada seekor kura-kura kecil ditangannya.

“Biarkan saja. Sudah lama Glorania tidak membuat pertunjukan”

“Pertunjukan.” Kibum tertawa “Kasihan para Glore..”

“Foundept tahu saja kalau thoud-nya sedang bosan”

“Ya. Sepertinya menarik; hanya duduk diam dan menonton”

***

Glorania. Begitu mereka menyebutnya. Glorania adalah bumi dalam kemasan lain. Disana tak ada manusia, hanya ‘sesuatu’ yang berbentuk manusia. Lalu apakah mereka itu? Ras-ras berkemampuan diluar pikiran dan logika. Di Glorania, hidup 8 garis besar ras yang bercabang menjadi beberapa suku campuran; Windle: para mage, Chaster: para roh, Ealod: mayat-mayat yang lapar, Kaile: Penganut kegelapan, Shammon: Monster-monster dan para shaman, Anaciel: Makhluk tidak sempurna, Lixy: Para peri, dan Feily: makhluk serupa malaikat.

Glorania merupakan wadah tempat bagi ras-ras itu. Meski berbeda-beda, mereka tak pernah saling menyingkirkan.

Glore dengan darah ras yang masih murni ( bukan campuran ), selalu memiliki perbedaan tersendiri entah dari fisik atau kemampuan. Biasanya orang-orang murni dapat dengan mudah menjadi thoud karna kekuatan tak terbatas; sedangkan bagi campuran, foundept adalah tempat tertinggi untuk mereka.

Thoud pemimpin Glorania. Pembawaan mereka bisa macam-macam, mereka dapat memihak pada sesuatu. Namun sepanjang sejarah thoud yang dimiliki Glorania, mereka memiliki sikap netral/ penengah meski tak pernah menjadi ‘tanda akhir’. Mereka mudah menikmati dan menyukai sesuatu yang menarik. Jika tidak, mereka takkan pernah keluar dari persembunyian yang entah ada dimana.

Foundept, para raja/petinggi. Gerakan mereka menganut dari suara thoud, bisa dibilang seperti dayang untuk para thoud. Yang bisa menjadi foundept hanya pemuda dengan kekuatan tak main-main, meski memang kalah jika disanding dengan thoud, dan tekat bulat dalam hati akan mengabdi pada Glorania dan Glore-nya sampai mati.

Glorania yang damai kini tengah gempar. Berita akan peperangan antar ras kini menyebar diantara Glore; Bahwa para thoud dan foundept telah menyimpulkan Glorania hanya akan dipimpin oleh sebuah ras pilihan, untuk menentukannya pertempuran harus terjadi.

Hal itu membuat Glorania diselimuti akan ketakutan dan ketegangan. Seperti kota mati, bahkan Glore terlalu takut untuk membuka jendela mereka dan membiarkan udara segar masuk.

Tidak ada lagi kedamaian di Glorania.

***

Searang pemuda berlai dengan tergesa-gesa memasuki sebuah kastil besar berwarna putih. Peluhnya menghiasi wajahnya yang dipenuhi ke khawatiran. Pemuda itu terus berlari menelusuri lorong panjang kastil hingga dia berhenti disebuah pintu besar. Dan dia segera masuk.

Ditatapnya seorang laki-laki yang tersenyum manis padanya. Pemuda itu dengan segera menghampiri laki-laki itu.

“Apa kau sudah selesai dengan tugas mu?”

Laki-laki itu bertanya, tapi pemuda itu bukan ingin membicarakan hal tersebut.

“Ada apa dengan Glorania?”

Laki-laki itu diam dengan pertanyaan pemuda itu. “Duduklah dahulu” Laki-laki itu duduk disebuah sofa panjang di ruangannya. Dengan segera pemuda itu mengikutinya.

“Ada apa dengan Glorania?” Ulangnya. “Kenapa? Kenapa para Ealod itu menjadi gila dan terus menyerang?” Ia menarik nafas. “Lalu, Shammon? Windle?Chaster? Ada apa dengan semuanya, Leeteuk-ssi?”

“Tenanglah Hae” Leeteuk membelai lembut rambut Donghae, mencoba memberi ketenangan padanya. “Apa sesuatu terjadi pada mu?”

Donghae mengelengkan kepalanya. “Aku, aku hanya pergi keluar dan aku melihat.. seluruh ras menjadi gila dan saling menyerang. Ada apa sebenarnya Leeteuk-ssi?”

“Ini perintah thoud, Hae.”

“Apa? Thoud?”

“Ya. Hanya akan ada satu ras saja yang akan memimpin Glorania. Dan untuk menentukannya kita harus saling menyerang dan menjatuhkan, untuk menentukan siapa yang terbaik.”

Donghae terdiam, otakya terus mencerna seluruh perkataan foundept dihadapannya.

“Bukankah itu hanya akan saling menyakiti? Dan..” Kalimatnya terputus.

“Hanya akan membawa kehancuran.” Sambung Leeteuk.

Donghae menerawang, pikirannya terus memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi pada Glorania. Apa yang telah thoud pikirkan? Apakah ini yang terbaik? Tidak! Pasti ada cara lain! Pasti ada!

“Kita harus menghentikan ini semua Leeteuk-ssi.” Sekilas Leeteuk menangkap kilasan cahaya dimata kelabu Donghae. Dan sebuah keyakinan dalam hatinya muncul, mematahkan segala keputus asaannya akan masa depan Glorania.

“Tidak Hae, bukan aku.” Kilatan cahaya itu terus menyala menatap Leeteuk. “Tapi kau.”

“Aku?”

“Kau Donghae.”

***

Donghae POV.

Aku berjalan menelusuri hutan Glorania yang gelap. Hanya sinar bulan yang menyala diantara dedaunan pohon yang menemaniku. Malam terus latur, tapi kakiku tak mau berhenti dan terus melangkah. Bahkan kantuk tak bisa mengusik pikiranku.

Aku menatap langit dari sela-sela dedaunan. Tak ada bintangkah melam ini? Apakah itu tandanya tak ada harapan untuk esok? Lalu bagaimana dengan Glorania? Apa yang harus kulakukan?

“Leeteuk-ssi?” Aku menatapnya yang terus menatapku dengan keyakinannya.

“Pergilah Hae,lindungi Glorania.”

“Tapi,..” Kalimatku terputus.

“Bukankah kau berpikir ada cara lain untuk ini semua? Carilah..” Leeteuk terus menatapku.

“Dan kau?”

“Kau Hae. Aku terlalu usang dan tua untuk itu semua.” Leeteuk mengengan tanganku; erat. “Pergilah Hae. Selamatkan Glorania.”

Angin berhembus dingin menusuk tubuhku. Menghilangkan segala pikiranku. Aku terdiam, Apa yang harus kulakukan? Aku harus kemana? Bagaimana aku menyelamatkan Glorania? Pertanyaan itu seperti boomerang yang terus meluncur dikepalaku.

Angin kembali berhembus, membuat daun-daun bergesekkan. Bayangan hitam terus melesat diantara pepohonan. Pandanganku menerawang kesekitar, tak ada apapun.

Aku melangkah perlahan. Dengan cepat seseorang menyerangku, menghempaskan semaurainya kearahku.

Trang—

Pedang kami beradu dan mata merah menyalanya menatapku, Ealod. Aku melompat mundur diikuti dengannya. Ealod itu terus menatap ku dengan pandangan membunuhnya.

“Anaciel. Hmm… sudah lama aku tidak meminum darah kalian” Ealod itu berdesis, mengingat darah campuran kami, Anaciel, terasa bagitu unik dan sangat menyegarkan krongkongan mereka.

Ealod itu menghilang dalam pandanganku, gerakan mereka memang cepat. Sedetik kemudian ia tengah mengarah pada ku dengan mata pedangnya yang tajam, siap menghantamku.

Bruss—

Sayap kanan-ku membentang membuat segala disekitarku terhempas, termasuk Ealod itu. Ealod itu tersungkur ketanah dan segera bangkit; menghilang. Mata ku was-was mencari sosoknya yang tak tampak. Aku diam, konsen mencoba merasakan aura keberadaan Ealod itu. Dibelakang!

Trangg—

Aku kembali mematahkan serangannya, tapi Ealod itu tak mau kalah dan terus menyerangku; kami beradu pedang.

Crass—

Darah segar mengalir dari lengan kiriku, dengan segera aku menjauh mundur. Ealod itu tersenyum, ia menjilati pedangnya yang terkenai darahku.

“Kau milikku Anaciel.” Ealod itu tersenyum penuh kemenangan.

Ealod sialan. Tubuhku membeku saat aku mencoka menyerangnya. Pedangku terjatuh dari tanganku. Ada apa dengan tubuhku, semua terasa kaku dan, ah! kepalaku sakit.

Aku menatap pedangnya, setetes cairan ungu peka menetes pada ujung pedangnya. Sialan! Racun.

Pandanganku terasa buram dan kepalaku semakin sakit. Kakiku lemas, sangat lemas, hingga aku jatuh terduduk. Sialan! Ealod itu mendekat. Aku tidak boleh begini. Ah! Bodoh! Bergeraklah. Ealod brengsek! Aku tidak boleh mati. Bagaimana Glorania?

Ealod itu mengangkat tinggi pedangnya. Mata pedangnya mengkilap memantulkan sinar rembulan. Aku menutup mataku, tidak bisa melihat apa yang akan terjadi pada diriku selanjutnya.

Leeteuk-ssi, aku harus apa? Maafkan aku…

Donghae POV end.

—~~~—

TBC.

Ok! Trimakasih..

Kami vii-Chan dan Shade!! Hahahah =D *bergaya seperti power ranger.

Hmm.. ini cerita fantasi pertama kami yang kami buat. Maaf jika anda kurang puas. Yaa, kami hanya mendapat wahyu dari yang maha kuasa dan menuangkannya dalam sebuah cerita, tidak lebih.

Sudahlah tidak usah terlalu banyak bicara. Ok! Happy reading J

Super School

Posted by shocprisefanfiction on January 27, 2012
Posted in: Humor, One Shot, Super Junior. Tagged: Donghae, Eunhyuk, Hangeng, Heechul, Kangin, Kyuhyun, Leeteuk, Ryeowook, Siwon, Sungmin, Yesung. Leave a Comment

1-3 Class at 07:00 a.m

Suatu hari di ‘Super’ High School, anak klas 1-3 sedang melaksanakan ujian kenaikan kelas. Hari itu mereka tengah mengerjakan Matematika dan hanya diberi waktu 30 MENIT! BAYANGKAN permirsa, 30 MENIT MENGERJAKAN SOAL MATEMATIKA! 40 SOAL PULA! LIKE HAVE A NIGHTMERE….. *Author lebayy,,,

Ujianpun dimulai. Anak-anak mengerjakan soal dengan sangat tegang. Lee Donghae yang tidak pernah memperhatikan pelajaran matematika celingak-celinguk sendirian. Wajahnya penuh akan peluh yang terus menetes dan tubuhnya tegang tidak mengerti akan angka-angka dan rumus yang berjejer dihadapannya. Dia menatap Eunhyuk—sahabatnya—yang asik-asik saja mengerjakan ujian, wajar saja Eunhyuk termasuk murit pintar dikelas. Tapi sayang, yang di tatap tidak menenggok sama sekali.

“yaa! Hyukie! Hyuk!!” Pangil Donghae agak berbisik berharap guru evil matematika mereka tidak mendengar—Cho Kyuhyun. Eunhyuk terus asik mengerjakan soalnya tanpa mengindahkan pangilan Donghae.

Donghae geram dan kesal. Karna sudah pasrah akan takdir , akhirnya dia memilih jalan satu-satunya. Dengan gesit Donghae menembak-nembaki soal ujian matematikanya.

DOR—DOR—DOR—DOR—

Para siswa lain yang mendengar suara tembakan Donghae-pun ikut menembak jawaban mereka. Bagaimanapun ini adalah ikhtiar seorang yang pasrah akan takdir(??).

Dan tanpa diduga terjadilah PERANG DUNIA KE-III di kelas tersebut.

Bom bardir terjadi diman-mana.

Bercak-bercak hitam tanda jawaban mereka tersebar dimana-mana.

Peluru-peluru meriam berterbangan…

Namun sangat disayangkan, Ryewook—siswa manis yang hobi masak—menembak ke arah yang salah. Nyaris menyerempet wajah Yesung, beruntung Yesung dapat menghindar.

“Wookie! Kenapa kau menembakku, jagy?” Tanya Yesung dengan tatapan tajamnya.

Ryewook yang cukup terkejut pun meneteskan air matanya. “Maafkan aku Sungie! A, aku.. aku Khilaf” Ryewook berlari karah Yesung dan memeluk kekasinya(?) itu.

“Tidak apa-apa chagya!” Yesung mengelus rambut kemerahan Ryewook dan menciumnya.

CUT!! CUT!! Kenapa Yaoi?? Kembali ke adegan awal!!! *author mengangu kemesraan saja (-_-‘!|)

Perang kembali dimulai. Saat perseturuan antara siswa dan soal matematika berengsek ini sedang serius-seriusnya, Kyuhyun memukul mejanya.

BRAK!!

Seketika perang terhenti dan kelas kembali tenang. Namun tidak untuk guru muda yang satu ini. Emosinya meningkat, melihat muritnya asik menembakki soal jawaban.

“Saya tidak mau ada yang mencontek!! Tidak ada yang nengak-nengok!” Kyuhyun buka suara. Dan dia berkeliling kelas. Tentu perseturuan tembak-menembak tidak dapat telaksana lagi.

Bagaimana ini? Seisi kelas frustasi! Bagaimana bisa mengerjakan ulangan Matematika tanpa mencontek?! Yang bener aja!!!! *Massa berdemo! Membawa bara abi, tombak, garpu, pensil, kabel listrik, tiang listrik, petugas PLN, truk container, abang Bakso(?) Щ(®∆®Щ) author kabbuuuuurrrrr!!!!

“JAGYY~ selesain dulu ceritanya Honey!!” Seru Eunhyuk—suamiku—mesra :3 *miyanhae, author balik lagi..

DOR!!!
1 tembakan meletus, membuat Kyuhyun terperanjak kaget sampai-sampai Kyuhyun menutup mulut dengan imutnya sambil berkata “Omo! Ada apakah gerangan?”

Semua terdiam dan kelas semakin menegang. Kyuhyun menatap mereka dengan pandanga Evilnya seakan ingin melahap mereka semua dengan satu kali tengak. “SIAPA YANG MELAKUKAN INI??” tanyanya penuh amarah. Seakan dibelakangnya tergambar neraka. Tidak ada yang berani menatap Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan menuju depan kelas. Kini dia dapat melihat anak-anak seisi kelasnya dengan jelas.

DOR!!!

1 tembakan kembali meletus, tapi itu bukan berasal dari siswa. Melainkan, Cho Kyuhyun. Tanpa disangka-sangka dan entah dari mana kini guru muda tersebut telah mengenakan jas ala James Bown dan tentu kaca mata hitam serta topinya itu.

Seluruh murit terperangak tak percaya. Ada apakah gerangan sesungguhnya?? Sosok di hadapan mereka begitu aneh. Kali ini guru aneh itu berjalan moonwalk ala MJ.

DOR!!!

Sentak seluruh kelas menengok keara sumber tembakan, Lee Sungmin. “Oppa!! Aku sudah tidak tahan!! Oppa!! Aku suka padaMU!!!” Seluruh mata terbelalak tak bercaya. Ternyata oh, ternyata. Selama ini Sungmin memendam perasaan pada guru matematikannya, Cho Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum evil kepada Sungmin, yang tentu dapat membuatnya terbang nggak karuan. Perlahan dia mendekat kearah Sungmin.

Yang dituju hanya salting sendiri dengan Agyeo-nya. ‘Ah! Kyuhyun-Oppa mendekat kearahku! ah! apa yang harus kulakuakn! Omo!! Senyumnya…’ Batin Sungmin.

Kyuhyun menyentuh pipi Sungmin lembut. “Sungmin-a! Jangan katakana itu” Kyuhyun menata Sungmin dan pandangan mereka bertemu. “Hmm.. Sungmin-a! Aku juga suka padamu” Bisik Kyuhyun lembut di telinga Sungmin.

“OMO!!!”

“Aigooo~~~”

Seluruh kelas heboh akan adegan sinetron didepan mereka. Bagaimana bisa semua menjadi seperti ini??

DOR!!!

Sebuah tembakan kembali meletus,  kali ini mengarah diantara Sungmin dan Kyuhyun yang sedang asik bertatapan. Kyuhyun menghindar.

Eunhyuk menatap Kyuhyun tajam. Dan kali ini emosinya tidak dapat dibendung. “Menjauh darinya Cho Kyuhyun!!” Bentaknya penuh emosi.

Kyuhyun hanya tersenyum evil khasnya. “Kau cemburu?” Kyuhyun kembali mengelus pipi halus Sungmin. Tentu itu membuat emosi Eunhyuk kembali memuncak.

“Yaa! Jauh-jauh kau darinya!!” Eunhyuk berkata dengan nada tinggi. Namun memang dasarnya evil, Kyuhyun malah mengecup kening Sungmin. “YAAA!!!”

Baru saja Eunhyuk ingin membidik Kyuhyun, sebuah peluru melesar dihadapannya.

“Hyukie-a!” Sang penembak peluru itu buka suara. “Kenapa Hyuki-a?? apa aku kurang untukmu? Apa kau tidak mencintaiku lagi??” Donghae berkata dengan linangan air matanya.

“Donghae-a!” Hati Eunhyuk terombang-ambing. Dia dilibatkan antara ‘dua hati’ bagaimana ini? Apa yang harus dia pilih? Donghae yang sangat setia padanya. Dia tidak dapat menghianatinya. Eunhyuk mendekat kearah Donghae mencoba meraihnya dalam dekapannya. Namun, sebuah tembakan menghentikannya.

“Jangan dekati dia!” Bentak Siwon pada Eunhyuk. Mata Eunhyuk membulat menatap Siwon. Apa yang dilakukan sahabatnya ini??

Donghae menyenderkan kepalannya kepada dada bidang Siwon. “Yaa!!” Eunhyuk emosi dan tanpa babibubebo Eunhyuk kembali melancarkan tembakannya kearah Siwon.

DOR—DOR—DOR—DOR—DOR—

Aksi tembak menembak kembali dimulai, namun kali ini Cho Kyuhyun main peran dalam aksi tersebut.

Aksi semakin liar! Bukan hanya kertas jawaban saja yang menjadi sasaran mereka. Melainkan seisi kelas.

Serpisahan kaca berserakkan dimana-mana.

Bercak-bercak hitam semakin memenuhi dinding kelas.

Meja-meja serta kursi takkaruan.

Dan bom-bom meriam serta nuklir terus dilancarkan.

Hangeng yang sedang melancarkan seranggan kearah Kangin terkejut, saat seseorang mengambil paksa senjatannya. Hangeng menatap kearah sudut atap ruangan, menatap seorang dengan kostum SPIDERMANnya(??). matanya menyipit melihat sepasang mata yang sangat dikenallnya itu.

“Leetauk-ssi!!!” Triak Ryewook yang cukup terkejut dengan kehadiran SpiderTeuk.

Leeteuk memainkan senjata Hangeng yang tadi diambil secara paksa olehnya. “HUP!” SpiderTeuk melunjur kepada sebuah meja miring di tenggah kelas. “Jangan bermain tanpaku anak-anak!” Perkataannya membuat kelas kembali gaduh dengan bom molotok, nuklir, serta meriam.

Perang kembali dimulai!!!

Tanpa disangka seseorang tengah berjalan kearah kelas mereka. Tak.. tak.. tak.. langkahnya mengema keseisi koridor yang tenang. Wajah cantiknya tak henti tersenyum melihat murit-muritny melaksanakan ujian dengan sangat tenang. Baru saja senyum itu tersunging sesuatu mengagetkannya.

PRANG!!!

Sebuah vas bunga terlembar dari kaca kelas dan membentur dinding. Matanya membelalak. Siapa yang berani melakukan hal tersebut saat ulangan??

Dengan segera dia meuju kelas tersebut dan betapa terkejutnya melihat kelas yang saat ini sangat berantakan dengan perang besarnya(?).

“Heechul-sii!!!!” Seisi kelas kembali tersiam. Kini kepala sekolah mereka telah menangkap basah mereka dengan aksi ‘tembak-menembak’.

Tatapan tajamnya menatap keseisi kelas. seketika seluruh murit mengangkat tangan dan meletakkan senjata mereka, menunduk.

“Kalian!!!” Bentak Heechul. Aura hitamnya keluar.

BRUSSSS~

Seketika kepala sekolah dihadapan mereka kini telah berubah dengan kostum CAT WOMENnya(??). Senyum para sisiwa kembali tersunging. Seketika mereka kira riwayat mereka akan tamat ternyata..

“Myaoo~” Heechul mengeong dengan nakalnya. Dan melesat masuk kedalam keramaian perang kelas tersebut. Kelas kembali gaduh. Dengan kehadiran ‘trio masketir’—JamesKyu, SpiderTeuk, Cat HeeHee—perang semakin seru. Kini tak kenal musuh dan teman mereka terus bermain aksi didalam kelas yang cukup luas tersebut.

PRANG!!!

DORRR!!!!

PRING..PRING..PRING….

DUAAARRRR!!!

DUSSSSS!!!!

Segala serangan terus dilancarkan tampa henti. Tanpa terasa 30 menit telah berlalu.

KKKKKKKRRRRRRIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNGGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Gema bel tanda jam pelajaran telah habis bergema keseluruh penjuru sekolah. Seisi kelas kembali tenang. Mereka menarik nafas lega tanda ujian selesai. Peluh memenuhi wajah mereka. Bercak-bercak hitam menodai seragam-seragam meraka.

“Baik anak-anak! Semua telah selesai! Kumpulkan tugas kalian! Kyuhyun-sii!” Heechul membuka suaranya dengan sangat berwibawa. Kyuhyun hayan membungkukan badannya seraya mengerti tugasnya untuk mengumpulkan kertas jawaban. “Leeteuk-sii!” Heechul memangil Leeteuk memberi aba-aba untuk meninggalkan kelas.

Dan berakhirlah PERANG DUNIA KE-III…

—-~~~—-

Esoknya…..

Seluruh murit telah tegang menanti hasil ulangan matematika mereka. Beberapa dari mereka meyakini akan nilai jelek pada hasilnya. Namun tak sedikit juga yang percaya nilai mereka bagus.

CKLEEK~
pintu kelas terbuka dan muncullah guru matematika muda mereka, Kyuhyun.

“Baiklah! Ini adalah hasil ujian kalian kemarin..” Kata Kyuhyun. Kyuhyun langsung membagikan kertas tersebut kesetiap meja.

Betapa terbelalaknya mata mereka menatap hasil ujian mereka. Do-Re-Mi hanya itu yang terpajang dalam kertas tersebut. Tidak ada yang melewati nilai “5”!!! bagaimana bisa?? Mereka mendapat nilain “5” setelah usaha keras mereka kemarin???

Namun tatapan seluruh kelas langsung teralih kepada Sungmin yang melonjak girang mendapat nilai “9,9” nyarissss SEMPURNA!! Dan sebuah kesimpulan tersimpulkan diotak mereka.

“Yaa!!! Cho Kyuhyun!!!!” Sentak seluruh kelas menatap Kyuhun dengan penuh amarah membunuh.

Kyuhyun berjalan kearah Sungmin dan menarik bahu Sungmin kedekapannya. “Sederhana saja! Karna dia PACAR-ku!” lanjutnya degan senyum Evilnya.

Seluruh kelas terpenuhi amarah ingin membunuh kedua sejoli ini. Percikan-percikan api kecil keamarahan mereka membakar kertas ujian mereka. Dan…

“Eunhyuk!!!” Sentak kelas kompak.

Eunhyuk menganguk dan kembali kepada fokusnya. Membudik Kyuhyun dan Sungmin dengan bom meriamnya.

3…

2,,

1!!

DUAR!!!! Sebuah bom meletus kearah dua sejoli itu. Membuat merek terpentak kepluto! Dan mereka hidup bahagia diasana. =))

The end….

—-~~~—

Hahahaha :D selesai juga ff gaje saya =__=a wkwkw…

Ini ff kedua saya loh!! :p *plak! Norak! ..Ini ff buatanku bersama temanku saat kami sedang stress ngedenger pengumuman ujian mtk yang akan terlaksana saat itu =_=”

Haha.. nggak mau ngomong banyak deh, Happy Reading!!

Tidak terlalu berharap akan komen kalian TT…TT tapi harap dibaca aja ceritanya. *loh??

Hahaha. Udah ah, hmmm makasih yaaa yang udah baca ff gaje saya berserta teman saya haha..

Saya Vii-Chan dan Shade!!!!! Mohon undur diri =))

Trimakasih… :*

Posts navigation

  • Look for one that you want!

  • Months of life

    May 2012
    M T W T F S S
    « Apr    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Know Shocprise

    read!

  • Fighters are pretty bad.

    • shocprisefanfiction
      • Wheel of Destiny (Teaser)
    • EmiBuct24
      • No posts
    • esqieflesh
      • No posts
  • Read this!

    Shade. a sweet girl who is so mighty. Lovers of Yaoi and so heavy craze Eunhyuk and Sungmin on Super Junior. Vii-Chan. Girl from a world of whiteness. Lovers of all things heavy milk and white, very fond of Super Junior Leeteuk and Kyuhyun. Enjoy a bouquet of them and please comment!
  • Latest News!

    • Wheel of Destiny (Teaser)
    • The War of Glorania [part 2]
    • Behind the Scenes part 1
    • Super School Series ‘Camping’
    • Behind the Scenes (prolog)
  • Months of news

    • April 2012
    • January 2012
  • That existed at Shocprise

    • Action (3)
    • Continue (5)
    • DBSK (3)
    • Family (1)
    • Fantasy (4)
    • Friendship (5)
    • Humor (2)
    • Mystery (1)
    • One Shot (2)
    • SHINee (2)
    • Super Junior (4)
    • Thriller (1)
    • Tragedy (2)
    • Trouble (3)
    • Uncategorized (1)
  • Players Story

    Changmin DBSK Donghae Eunhyuk Hangeng Heechul Jaejoong Jonghyun Junsu Kangin Key Kibum Kyuhyun Leeteuk Minho Onew Ryeowook Shindong SHINee Siwon Sungmin Super Junior Taemin Yesung Yoochun Yunho
  • Talking!

    Naya_Cho on Wheel of Destiny (Teaser)
    Naya_Cho on Super School Series ‘Camp…
    Naya_Cho on Rules For You!
  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 3 other followers

  • Wake Up Fantasy

Blog at WordPress.com. Theme: Parament by Automattic.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Powered by WordPress.com